BETANEWS.ID, JEPARA – Heri Susanto (32) kini bisa sedikit semringah, konten digital tentang tambal ban kini sudah bisa membantunya untuk meraup cuan. Selain itu, kontennya juga membuat pemasaran usaha miliknya lebih masyhur.
Berawal dari melihat konten tambal ban di youtube, Heri , pemilik dari tambal ban yang berlokasi di Jalan Raya Welahan, Gedangan, tepatnya di depan Toko Al-Amin, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara mulai tertarik untuk juga membuat konten proses penambalan ban.
Baca Juga: Kisah Ida Rintis Bisnis Perabotan Dapur Berbahan Kayu hingga Tembus Pasar Mancanegara
Lewat media sosial facebook, Heri mengunggah konten-konten saat Ia menambal ban. Dari konten yang ia unggah, para calon pelanggannya dapat mengetahui jenis-jenis tambal ban yang ditawarkan di bengkel miliknya.
Hal berdampak di omset yang diraih. Sebab jumlah pelangannya jadi naik dua kali lipat semenjak aktif membuat konten digital.
“Semenjak bikin konten omset memang naik sekitar 50 – 100% dari biasanya, jadi yang pada nambal ban sambil nunggu mereka biasanya sambil lihat konten-konten saya di facebook, dan mereka juga bilang jadi tahu tambal ban itu jenisnya apa aja,” ujarnya pada Betanews.id, Sabtu (24/6/2023).
Dari konten tersebut, juga dijadikan media rekomendasi oleh orang yang pernah menambal ban di tempatnya. Hal tersebut menurut Heri juga cukup berpengaruh dalam menambah jumlah pelanggannya.
“Jadi yang pernah kesini, kadang juga merekomendasikan ke temennya, terus kadang ada yang konsultasi dulu baru dateng kesini, ya rata-rata yang kesini juga jadi pelanggan tetap akhirnya,” ungkapnya.
Di tambal ban miliknya, ada dua jenis tambal ban yaitu dengan sistem panas dan tambal dingin atau disebut dengan tiptop. Untuk yang tambal dingin, Heri menjelaskan juga terdapat dua jenis yaitu tambal ban luar dan tambal dalam.
Sebagai rekomendasi, tambal ban dalam menurutnya lebih aman karena tidak mudah membuat ban kembali bocor, walau harganya agak mahal. Sebab bahan yang digunakan untuk menambal, ditempelkan di dalam ban.
“Kalau yang tambal dalam memang agak lebih mahal, tapi dia ada garansi tiga sampai enam bulan, dan nggak cepet merembes lagi. Meskipun mahal tapi kan awet, orang yang udah paham biasanya mending milih yang tambal dalam,” katanya.
Baca Juga: Sediakan Kambing untuk Kurban, Madun Bisa Untung Hingga Rp 30 Juta
Namun ia kemudian bercerita jika tidak bisa setiap saat membuat konten pada saat menambal ban. Ia biasanya hanya membuat konten pada saat melayani motor atau mobil milik teman dekat atau pelanggan setia.
“Bikin kontennya juga nggak setiap hari, soale menghindari juga kalau ada pelanggan yang nanti malah komplain, lagi nambal kok malah ngonten. Jadi ya sebelum saya ambil video biasanya saya ijin dulu,” ujarnya.
Editor: Haikal Rosyada

