31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Bisa Kacaukan Harga, Petani Minta Pemerintah Tidak Impor Garam saat Panen Raya

BETANEWS.ID, PATI – Beberapa petani garam siang itu tampak sedang melakukan panen di area tambak yang berada di Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Pati. Cuaca panas di musim kemarau seperti sekarang ini justru menjadi berkah bagi petani garam. Mereka bisa melakukan panen garam lebih awal dan bisa berulang kali.

Bukan hanya itu, panen raya garam kali ini juga diimbangi dengan harga yang masih tinggi. Per kilogramnya mencapai Rp3.500. Harga ini naik signifikan dibanding tahun lalu yang hanya Rp1.000 per kilogram.

Baca juga: Musim Kemarau, Petani Garam di Batangan Pati Untung Melimpah

-Advertisement-

“Petani garam bisa bersuka cita mas kali ini. Musim kemarau tahun ini membawa berkah. Harga garam juga naik sampai 200 persen,” ujar Ketua Kelompok Tani Garam Desa Ketitang Wetan Ali Muntoha, Selasa (27/6/2023).

Ia berharap harga ini bisa bertahan hingga dua sampai tiga bulan ke depan, sehingga petani bisa merasakan untung dari panen garam tahun ini. Di samping itu, Ali juga meminta kepada pemerintah agar tidak melakukan impor garam di saat petani garam panen raya. Hal itu agar harga garam lokal bisa tetap bertahan di harga yang tinggi.

Ali mengatakan, petani berharap musim kemarau ini lebih panjang. Sehingga panen garam bisa lebih maksimal lagi.

Selain itu, ia juga meminta agar ada perhatian dari pemerintah. Supaya setiap tahunnya, petani bisa melakukan pengerukan sungai. Sehingga air laut bisa masuk sungai dan dapat dialirkan ke tambak.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER