BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan warga tampak mengelilingi beberapa gunungan hasil bumi yang sebelumnya dikirab mengelilingi Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Sabtu (27/5/2023). Setelah salah seorang selesai membacakan doa, warga pun langsung berebut mengambil isi gunungan tersebut.
Tak berselang lama, gunungan yang berisi sayuran dan jajanan yang berada di SD 1 Sidorekso itu ludes diambil warga. Salah satu warga yang ikut berebut adalah Selamet. Ia mengaku sudah menunggu satu jam untuk bisa mendapatkan isi gunungan yang dikirab tersebut.
“Senang bisa ngalap berkah, meski tadi menunggu satu jam lebih. Soalnya sebelum diperebutkan semua warga, ada doa bersama,” kata Selamet.
Baca juga: Kirab Belasan Gunungan Semarakkan Sedekah Bumi Desa Ketitang Wetan Pati
Walaupun terik matahari begitu menyengat, pantang bagi Selamet untuk pulang sebelum mendapatkan isi gunungan. Ia percaya ada keberkahan isi gunungan di sedekah bumi di Desa Sidorekso tersebut.
“Ini dapat kacang panjang, wortel, buncis, terong, pisang, dan bayam. Rencananya nanti untuk dimasak dan berharap mendapat keberkahan,” tutur warga Desa Sidorekso RT 5 RW 1 itu.
Kepala Desa Sidorekso, Mochamad Arifin, mengatakan, sedekah bumi merupakan tradisi tahunan di desanya. Menurutnya, tradisi tahun ini dilakukan lebih meriah dari tahun kemarin yaitu dengan kirab sedekah bumi (Apitan) mengelilingi desa.
“Tahun ini kita membuat tradisi tahunan ini lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun kemarin hanya sedekah bumi saja, tapi untuk tahun ini kita kembali adakan kirab sedekah bumi dengan mengiring gunungan hasil bumi dari desa kami. Terakhir mengadakan kirab itu pada 2019 yang lalu,” beber Arifin.
Dalam acara kirab yang dimulai sejak pukul 8.00 WIB hingga 9.00 WIB itu, ada lima gunungan yang diiring dan sembilan tumpeng. Menurutnya, ada ribuan warga yang mengikuti kirab sedekah bumi, dari semua lapisan masyarakat, mulai dari sekolahan yang ada di desa tersebut, warga, dan segenap pemerintahan Desa Sidorekso.
Baca juga: Warga Berugenjang Tumplek-blek Saksikan Pertunjukan Ketoprak Apitan
“Acara ini untuk menguri-uri budaya, rasa bersyukur kita atas rezeki yang telah diberikan Allah kepada warga masyarakat Desa Sidorekso. Setiap tahun selalu kita adakan, supaya budaya dan tradisi ini tidak punah,” terangnya.
Ia menjelaskan, kirab sedekah bumi itu sudah dilakukan dua sampai tiga kali di desa tersebut. Menurutnya, hal itu bertujuan untuk memberitahu dan memperlihatkan kepada masyarakat bahwa yang dikirab adalah hasil bumi.
“Kirab itu ya bertujuan memperlihatkan kepada masyarakat, bahwa ini loh hasil buminya dengan diiringi mengelilingi desa. Kemudian nanti gunungannya itu bisa diambil semua warga,” jelasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

