BETANEWS. ID, PATI – Ratusan warga Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Pati, siang itu tampak memenuhi jalanan di sepanjang desa setempat. Mereka tampak berkelompok sesuai dengan RT masing-masing, dengan mengenakan kostum yang unik.
Tampak di masing-masing kelompok, terdapat gunungan yang berisi hasil bumi. Di antaranya, padi, jagung, kacang, terong, kacang panjang, mentimun, bawang, nanas, wortel, tomat, jeruk dan lain sebagainya.
Baca juga: Digelar Sejak 1943, Tahun Depan Lomban Kupatan Akan Libatkan Seluruh Pemdes di Tayu
Gunungan-gunungan tersebut, kemudian dikirab keliling Desa Ketitang Wetan, yang kemudian berakhir di punden desa setempat atau Makam Mbah Mursyidin.
“Ada 12 gunungan yang dikirab dalam kegiatan sedekah bumi di Desa Ketitang Wetan ini. Satu gunungan berasal dari kepala desa, satu dari perangkat, kemudian yang lainnya berasal dari masing-masing RT, ” ujar Ali Muntoha, Kepala Desa Ketitang Wetan, Rabu (24/5/2023).
Ia menyebut, kirab gunungan hasil bumi tersebut merupakan tradisi yang selalu ada dalam kegiatan sedekah bumi di Desa Ketitang Wetan.
Menurutnya, gunungan hasil bumi yang dikirab itu, melambangkan beragam hasil bumi yang ada di desanya.
Baca juga: Larung Kepala Kerbau Jadi Puncak Kesakralan Tradisi Lomban Kupatan di Tayu
Tidak hanya itu, hasil bumi yang dikirab tersebut, juga menjadi salah satu cara wujud syukur masyarakat yang telah dimudahkan rezekinya oleh Tuhan yang Maha Esa.
“Ini juga salah satu upaya kami menjaga dan melestarikan tradisi yang sudah berjalan turun temurun oleh masyarakat Ketitang Wetan, ” ungkapnya.
Ia berharap, masyarakat tetap guyub untuk bersama-sama melestarikan tradisi yang ada di Desa Ketitang Wetan.
Editor: Suwoko

