BETANEWS.ID, SEMARANG – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-476 Kota Semarang yang jatuh pada 2 Mei ini berlangsung sangat meriah. Terutama ini ditunjukkan dari gelaran tari massal yang melibatkan 11.476 warga. Mereka menari memenuhi sepanjang jalan Pemuda depan Balai Kota Semarang pada Selasa sore (2/5/2023). Tarian tersebut berjudul ‘Joget Bareng Semarang Rumah Kita’ dengan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Ita yang ikut turun menari.
Ita dan para tamu undangan Kepala Daerah dari kabupaten/kota se-Kedungsepur (Kendal, Demak, Ungaran, Semarang, Purwodadi) berbaur di lautan massa yang mengenakan kostum beraksen warna merah. Gerakan rancak tarian membuat Jalan Pemuda sore itu bak riak sungai yang memerah.
Baca juga: Ita Targetkan Kota Semarang Jadi Tujuan Wisata Religi
Tarian belasan ribu warga Kota Semarang ini berhasil menyabet penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam kategori penyelenggaraan tari dengan penari terbanyak. Penghargaan ini diberikan MURI kepada Pemerintah Kota Semarang berserta empat penghargaan lainnya.
“Bagaimana kita mengajak seluruh masyarakat dengan kekompakan bersama dengan joget Semarangan. Kami juga ingin menggali budaya-budaya khas Kota Semarang, dari tari, kuliner, atau batik khas Kota Semarang,” ungkap Ita.
Sebelumnya, Ita didampingi suaminya, Alwin Basri dan para tamu undangan resmi membuka perayaan HUT Kota Semarang dengan memukul rebana bersama-sama. Dalam pidatonya, Ita mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi yang diraih Pemerintah Kota Semarang atas predikat kota dengan kinerja terbaik se-Indonesia. Menurutnya, predikat yang disematkan pemerintah pusat melalui Kemendagri berdasarkan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) tahun 2022 itu merupakan kado besar bagi Kota Semarang di hari jadinya.
“Ini menjadi hadiah yang sangat indah karena Kota Semarang mengalahkan kota-kota besar lainnya di Indonesia,” tambahnya.
Baca juga: Karnaval Seni Budaya Lintas Agama Wujudkan Semarang Kota Toleran
Salah seorang warga yang turut dalam perayaan HUT Kota Semarang ini, Maryati, berharap Kota Semarang menjadi kota yang aman. Dia juga berpesan kepada pemerintah agar lebih memperhatikan rakyat kecil.
“Sudah sering Kota Semarang dapat penghargaan. Kota yang teraman. Gak ada huru-hara. Pokoknya aman. Harapannya rakyat di bawah lebih diperhatikan,” ujar Maryati.
Editor: Ahmad Muhlisin

