BETANEWS.ID, PATI – Seorang bayi perempuan berusia tiga bulan di Kauman RT 4 RW 1, Kelurahan Pati Kidul, Kecamatan/Kabupaten Pati, hilang secara misterius, Senin (1/5/2023) kemarin sekitar pukul 11.00 WIB.
Putri dari pasangan muda Mohammad Sholeh Ika Saputra dan Dinda Putri Fitriani itu bernama Mazaya Keyra Elnaura atau biasa dipanggil Naura.
Mustofa, kakek dari Naura mengatakan, cucunya kali terakhir diketahui sedang tidur di dalam kamar.
“Putra dan menantu saya itu punya dua orang anak. Saat kejadian itu, ditinggal ibunya jualan, yang momong ayahnya,” ujarnya saat ditemui, Selasa (2/4/2023).
Baca juga: Geger Bayi Hilang di Pati, Muncul Dugaan Dibawa Makhluk Halus hingga Penculikan
Anak sulung Sholeh dan Dinda yang bernama Rahma dikatakannya punya kebiasaan sebelum tidur, yaitu dibawa keliling menggunakan sepeda motor.
“Kebiasaannya, anak yang besar dibawa naik motor keliling supaya mau tidur. Jadi anak yang kecil sudah tidur duluan, ditinggal di dalam kamar di rumah. Anak yang besar diajak ayahnya naik motor supaya mau tidur,” imbuh Mustofa.
Menurutnya, Naura ditinggal di dalam kamar kurang lebih selama 30 menit sebelum ibunya pulang berjualan. Karena saat itu ayah korban yang membawa anak sulungnya itu berteduh dahulu karena hujan.
“Ibunya duluan yang pulang dan mengetahui bahwa Naura sudah tidak ada di rumah. Ayahnya sebelum pulang sempat berteduh dulu karena hujan turun saat mengajak anak sulung naik sepeda motor,” ungkapnya.
Mustofa mengatakan, saat ditinggal pergi, pintu depan rumah dalam keadaan tertutup. Sementara pintu belakang dalam keadaan terbuka.
“Pintunya awalnya terbuka satu, setelah orang tuanya pulang jadi terbuka dua pintu,” kata dia.
Pihak keluarga, juga telah melakukan berbagai upaya agar Naura bisa segera kembali ke pelukan keluarga.
Baca juga: Indanah, Lansia yang Tinggal di Poskamling Dapat Bantuan dari Kapolresta Pati
Selain melapor ke polisi, kedua orang tua Naura juga melakukan upaya spiritual dengan membaca doa dan wirid khusus.
Pagi tadi, Sholeh dan Dinda juga tampak tengah menebar beras yang telah dicampur kunyit dan garam krosok di sekeliling rumah mereka. Beras juga mereka lempar ke atap rumah. Sebelumnya, beras tersebut ditelah mereka bacakan ayat kursi sebanyak 110 kali.
“Ini amalan yang dianjurkan kiai saya dari Pekalongan. Katanya, seandainya ini perbuatan makhluk halus, kalau sudah dibacakan ayat kursi 110 kali dan sampai pukul 10 atau 11 belum muncul, sudah pasti yang menculik manusia, tidak mungkin makhlus halus,” ucap Dinda.
Dia menambahkan, semalam sampai dini hari tadi, ia dan suami juga sudah membaca Surah Yasin sebanyak 41 kali.
Editor: Ahmad Muhlisin

