BETANEWS.ID, PATI – Pasangan muda Muhammad Sholeh Ika Saputra dan Dinda Putri Fitriani pagi itu tampak menebar beras kuning di sekeliling rumah. Mereka juga melempar beras ke atap rumah. Beras tersebut rupanya sudah dibacakan ayat kursi sebanyak 110 kali.
Sambil mengelilingi rumah, sesekali Dinda terlihat menyeka air matanya yang tampak berkaca-kaca. Dengan terus melafal doa. Dalam setiap langkahnya itu, ia berharap putri mungilnya yang hilang bisa ditemukan lagi.

Menebar beras kuning di sekiling rumah tersebut, merupakan salah satu ikhtiar agar bayi perempuan mereka yang baru berusia tiga bulan yang hilang sejak Senin (1/5/2023) pagi bisa kembali ke pelukan keluarga.
Baca juga: Indanah, Lansia yang Tinggal di Poskamling Dapat Bantuan dari Kapolresta Pati
“Ini amalan yang dianjurkan kiai saya dari Pekalongan. Katanya, seandainya ini perbuatan makhluk halus, kalau sudah dibacakan ayat kursi 110 kali dan sampai pukul 10 atau 11 belum muncul, sudah pasti yang menculik manusia, tidak mungkin makhlus halus,” kata Dinda.
Dinda menyebut, putri bungsunya yang hilang itu bernama Mazaya Keyra El Naura atau biasa dipanggil Naura. Buah hatinya itu terakhir kali tengah tidur di dalam kamar rumahnya yang berada di Kampung Kauman RT 4 RW 1, Kelurahan Pati Kidul, Kecamatan Pati.
Pihak keluarga juga telah melakukan berbagai upaya agar putrinya bisa segera kembali ke pelukan mereka. Selain melapor ke polisi, pihak keluarga juga melakukan upaya spiritual dengan membaca doa dan wirid khusus seperti yang dilakukannya tadi. Kata Dinda, semalam sampai dini hari tadi, ia dan suami juga sudah membaca Surah Yasin sebanyak 41 kali.
“Saat kejadian, yang bungsu (anak yang hilang) sudah ditidurkan ayahnya. Sementara Rahma putri saya yang besar (usia 1,5 tahun) rewel. Kebiasannya, kalau tidak dianginkan dulu, diajak keliling jalan-jalan naik motor, tidak mau tidur. Jadi suami saya mengajak putri sulung saya keliling naik motor agar mau tidur,” papar Dinda.
Baca juga: Atap 3 Ruang Kelas SDN Tambaharjo 2 Pati Rusak Parah
Sebelum suaminya datang, Dinda terlebih dahulu pulang dari berjualan es tak jauh dari rumah mereka.
“Saya cek semua ruangan, Naura tidak ada di rumah. Saya langsung telepon bapak mertua, saya tanya apakah ikut ke pasar, ternyata juga tidak. Saya masih berpikiran Naura juga dibawa oleh ayahnya. Namun, saat ayahnya (suami) saya datang, dia juga kaget Naura tidak ada,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

