31 C
Kudus
Rabu, Juli 17, 2024

Harga Daging Ayam di Kudus Rp 40 Ribu Sekilo, Pembeli: ‘Kudu Ngamuk’

BETANEWS.ID, KUDUS – Harga daging ayam di Kabupaten Kudus terus naik. Sejumlah pedagang mengeluhkan kenaikan harga ini. Tak terkecuali, para pedagang daging ayam di Pasar Bitingan, Kudus. Kenaikan harga daging ayam ini mereka keluhkan, karena berimbas pada penjualan yang terus menurun,

Eny Handayani (43) pedagang daging ayam di Pasar Bitingan Kudus, megatakan harga ayam di saat ini mencapai Rp 40 ribu perkilogram. Harga yang dinilai sangat tinggi itu, membuat lapaknya sepi pembeli.

“Pastinya rugi, soalnya ketika harga mahal seperti sekarang ini membuat pembeli berpaling. Penjualan daging ayam kami mengalami penurunan,” keluh Eny kepada Betanews.id, saat ditemui di lapaknya, Kamis (25/5/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Pedagang Pasar Bitingan Keluhkan Harga Telur Mahal, Penjualan Menurun Drastis

Ia menjelaskan, harga ayam saat normal Rp 35 ribu perkilogram. Biasanya saat harga normal dirinya bisa menjual hingga 80 ekor ayam. Namun berbeda dengan saat ini, dirinya hanya bisa menjual 50 ekor ayam.

“Kalau ayam fillet atau tanpa tulang itu Rp 50 ribu perkilogram,” tutur warga Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tersebut.

Kenaikan harga daging ayam itu, kata Eny, sudah mulai sejak Lebaran yang hingga saat ini belum mengalami penurunan. Hal itu membuat penjualannya terus menurun. Jika ayam yang dijual tidak laku 4-5 hari, dirinya harus selegra melelang agar tidak semakin rugi.

Hal sama juga diungkapkan Wanti, pedagang ayam yang juga berjualan di Pasar Bitingan. Menurutnya, harga saat ini merupakan yang tertinggi dibanding sebelumnya.

“Ini paling tinggi (harganya), pedagang sulit jualnya. Pedagang ini kesulitan untuk pencari keuntungan, yang ada rugi terus,” keluhnya.

Ia mengatakan, mahalnya harga daging ayam itu, pembeli terus berkurang. Masyarakat sekarang lebih memilih membeli tahu dan tempe ketimbang daging ayam.

“Harga mahal ini sejak 10 mei, sampai saat ini belum turun juga. Kebanyakan pedagang memilih tutup, karena jika terus berdagang akan semakin rugi,” ujarnya.

Baca juga: Kenaikan Harga Telur di Demak Dipicu Kelangkaan Stok dari Peternak

Sementara itu, Ninik, seorang pembeli daging ayam, mengaku pusing karena daging ayam saat iini semakin mahal. Tak hanya daging ayam, menurutnya, banyak kebutuhan pokok yang juga mengalami kenaikan.

Kudu ngamuk mas, saat ini apa sih yang tidak naik, semuanya mahal, seperti telur, bawang, semuanya mahal,” imbuhnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER