BETANEWS.ID, PATI – Mohammad Sholeh Ika Saputra (20), seorang ayah asal Kauman, Kelurahan Pati Kidul, Kecamatan/Kabupaten Pati, tega membunuh bayinya lalu membuang ke Sungai Kaliampo, Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Pati. Sosok Sholeh ternyata di lingkungan tempat tinggalnya dikenal santun saat sehari-hari di rumah.
Sholeh ditetapkan Polresta Pati menjadi tersangka setelah membekap bayinya yang berusia tiga bulan dengan bantal hingga tidak bernyawa. Anak bungsunya itu lalu dibuang ke sungai.
Sholeh sempat membuat rekayasa cerita seolah-olah anaknya itu hilang saat ditinggal di rumah. Sholeh sempat mengaku menidurkan anaknya pertama dengan keliling naik motor. Setelah pulang anak keduanya sudah tidak ada di dalam kamarnya.
Baca juga: Fakta Baru Ayah Bunuh Bayi di Pati, Pelaku Ternyata Sudah Niat Buang Bayinya Sejak Sebulan Lalu
Ketua RW 1 Kelurahan Pati Kidul Widiantoro mengatakan, sosok Sholeh dikenal santun. Menurutnya, pria itu kepada warga juga ramah. Sholeh sering menyapa kepada warga lain di Kelurahan Pati Kidul.
“Itu kesehariannya secara kasat itu santun, saat ketemu orang suka menyapa ramah, cuman dia punya karakter kalau dia punya keinginan itu harus terpenuhi,” ujarnya lewat sambungan telepon, Kamis (4/5/2023).
Widiantoro mengatakan, Sholeh merupakan anak tunggal. Kata dia, kemauan Sholeh selalu dituruti orang tuanya, sehingga menurutnya Sholeh emosinya labil.
“Salah satu contoh anak tunggal dari orang tuanya mau minta apa, minta apa harus dituruti. Sepeda motor aja empat, itu jadi emosinya agak labil, kadang-kadang meledak seperti itu,” ungkapnya.
Namun, lanjut dia, Sholeh jarang bersosialisasi dengan warga. Sholeh jarang keluar ke rumah bermain ke tetangga lainnya.
“Anaknya jarang bersosialisasi, paling di rumah. Jarang keluar kumpul ke tetangga, cuman informasi yang beredar pernah cekcok dengan istrinya sempat berselisih paham gitulah, biasa kalau rumah tangga,” terangnya.
Kata dia, Sholeh kesehariannya belum memiliki pekerjaan tetap. Sholeh bersama istrinya Dinda baru sekitar sebulan berjualan es.
Kata Widiantoro, Sholeh terbilang menjadi korban pernikahan dini. Sholeh menikah dengan istrinya dengan usia yang cukup muda, yakni sama-sama 18 tahun.
“Kalau menurut saya dia korban dari pernikahan dini, karena psikis mental masih muda, sehingga beban Sholeh ini agak tertekan,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

