BETANEWS.ID, KUDUS – Pemkab Kudus tak akan menambah jumlah desa wisata pada tahun 2023. Pasalnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) lebih memilih fokus dan mematangkan Desa Wisata yang sudah ada. Empat desa wisata di antaranya yang telah dimiliki, akan dijadikan pilot projek pengembangan.
Hal itu dikatakan oleh Kepala Disbudpar Kudus, Mutrikah, saat ditemui wartawan pada Tradisi Syawalan Kirab Kupatan Sendang Jodo di Dukuh Jambean, Desa Purworejo, Kecamatan Bae belum lama ini.
Dia mengatakan, sesuai intruski Bupati Kudus, tahun ini tak ada penambahan desa wisata. Pihaknya akan lebih mematangkan desa-desa wisata yang sudah ada untuk pemberian pembinaan secara serius.
Baca juga: Desa Wisata di Kudus Terdampak Banjir, Jumlah Kunjungan Wisatawan Tak Capai Target
“Tahun 2023 tidak ada penambahan Desa Wisata di Kudus. Kita akan fokus pada pembinaan,” ujar Mutrikah kepada awak media.
Perempuan yang akrab disapa Tika mengungkapkan, pihaknya berencana akan membuat pilot projek untuk empat desa wisata di Kudus. Diharapkan, empat desa wisata itu nantinya bisa menjadi inspirasi bagi desa wisata lain, termasuk desa yang belum dapat SK Desa Wisata.
“Selama ini ada beberapa desa wisata yang belum maksimal menyuguhkan daya tarik wisata yang ada di desa tersebut. Oleh karenanya kami akan membuat pilot projeknya,” beber Tika.
Empat Desa Wisata yang akan jadi pilot projek, ungkap Tika, antara lain Desa Japan, Desa Dukuhwaringin, Desa Ngemplak dan Desa Wonosoco. Empat desa itu akan dijadikan pilot projek agar benar-benar siap dan mampu menyuguhkan daya tarik wisata yang diminati para wisatawan.
“Kita akan beri pembinaan SDM-nya, pembinaan dari sisi penganggaran, serta inovasi-inovasi untuk desa wisata tersebut. Serta maping beberapa daya tarik wisata yang dijual secara paket bagi wisatawan,” jelasnya.
Baca juga: Dinas Pariwisata Kudus Wacanakan Pasang Wifi Gratis di 28 Desa Wisata
Dia berharap, empat desa wisata yang dijadikan pilot projek ini nantinya bisa menjadi inspirasi bagi desa wisata lain, termasuk desa yang belum dapat SK Desa Wisata. Sehingga ke depan diharapkan banyak wisatawan yang berkunjung ke Kudus.
“Ketika banyak wisatawan yang datang ke Kudus berarti ada uang yang dibelanjakan. Harapannya dari situ bisa membangkitkan ekonomi bagi masyarakat,” harapnya.
Sebagai informasi, saat ini ada 28 desa wisata di Kabupaten Kudus. Dari jumlah tersebut semuanya masih kategori desa wisata rintisan.
Editor: Suwoko

