31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Sosok Keysha Anggun, Siswi SMAN 1 Kudus Pencipta Tari Situs Patiayam

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang siswi SMA Negeri 1 Kudus terlihat sedang menari di halaman gedung sekolah yang berada di Jalan Pramuka, Kelurahan Mlati Lor, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Siswi tersebut menari dengan mengenakan kostum manusia purba.

Sembari memegang replika gading gajah berukuran cukup besar, tangan dan badan serta kakinya tampak bergerak lincah mengikuti musik. Siswi tersebut bernama Keysha Anggun Nathya Laksita yang sedang memperagakan tari Kaprasida Situs Purbakala Patiayam.

Anggun begitu ia akrab disapa mengatakan, Tari Kaprasida Situs Purbakala Patiayam adalah hasil ciptaannya sendiri. Melalui tari tersebut, ia ingin mengangkat kearifan lokal yang ada di Kabupaten Kudus, yakni Situs Purbakala Patiayam, Desa Terban, Kecamatan Jekulo.

-Advertisement-

Baca juga: Sejarah Tari Kretek, Diciptakan Endang Tonny untuk Resmikan Museum Kretek

“Selama ini di Bukit Patiayam banyak ditemukan fosil hewan purbakala. Yang saat ini fosil-fosilnya disimpan di Museum Purbakala Patiayam,” ujar Anggun kepada Betanews.id, Kamis (27/4/2023).

Anggun mengaku menekuni dunia tari sejak dini. Ia pun kini mengembangkan bakat tarinya dengan menciptakan tarian dengan mengangkat tema kearifan lokal dan pelestarian lingkungan di tanah kelahiranya, Kudus.

“Saya melihat di Kudus ada Situs Purbakala, oleh karenanya saya tertarik untuk mengangkatnya menjadi sebuah seni tari. Agar Situs Purbakala Patiayam tak punah dan terus terjaga kelestariannya,” ungkap siswi kelas X SMA Negeri 1 Kudus tersebut.

Dia mengungkapkan, butuh waktu sekitar tiga hari untuk menyusun gerakan-gerakan tari Kaprasida Situs Purbakala Patiayam. Replika tulang dan gading gajah purbakala serta pakaian tari juga hasil ide pemikirannya.

“Pakaian yang saya pakai nari ini terinspirasi dari manusia purba. Total penciptaan gerakan dan pembuatan properti kurang lebih sepekan,” beber warga Kelurahan Nganguk, Kecamatan Kudus tersebut.

Ia mengaku menciptakan tari ini karena ingin melestarikan Situs Purbakala Patiayam. Orang yang melihat tarian akan mengetahui Situs Purbakala Patiayam melalui gerakan dan sejumlah properti yang digunakan.

Baca juga: Sejarah Tari Bedhaya Anglir Mendung yang Tampil Saat Peringatan Kenaikan Tahta Mangkunegara

“Dengan pelestarian ini orang bisa mengenal Situs Patiayam yang terdapat banyak fosil zaman dahulu dan sudah diabadikan di museum,” ucapnya.

Waka Kesiswaan SMA  Negeri 1 Kudus, Sulistyani sangat mengapresiasi kreatifitas dan inovasi tarian yang dibuat oleh siswinya tersebut. Ia sendiri merasa kagum saat Anggun memperagakan tari yang mengangkat kearifan lokal tersebut.

“Karyanya ini tidak sembarangan. Saya kaget dia mengangkat tema pelestarian situs Purbakala Patiayam ini. Bahkan dalam alurnya juga menggambarkan kawasan hingga terbentuklah museum,” ungkapnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER