31 C
Kudus
Kamis, Februari 22, 2024

Jual Janur dan Selongsong Ketupat, Event Tahunan yang Banyak Ditunggu Pencari Cuan

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah penjual janur tampak memenuhi trotoar depan Pasar Bitingan Kudus. Lapak musiman itu banyak dicari warga yang mencari selongsong ketupat untuk Lebaran ketupat. Salah satu pedagang yang hanya jualan setahun sekali itu adalah Dina (42). Warga Desa Menawan, Gebog, itu mulai berjualan sejak Senin (24/4/2023) atau tepatnya saat hari ketiga Lebaran.

“Hari ketiga lebaran sudah mulai berjualan di sini, karena sebagian pembeli dari luar daerah banyak yang berkunjung. Alhamdulillah saat pertama berjualan sudah ramai pembeli,” beber Dina saat ditemui, Jumat (28/4/2023).

Pihaknya, menyediakan janur yang berasal dari lokal Kudus sendiri yang kualitasnya jauh lebih bagus dari pada janur luar daerah. Meski harga lebih mahal, tapi untuk kualitas janur dan ketahanannya lebih awet, sehingga banyak pembeli yang berlangganan di sana.

Baca juga: Untung 2 Kali Lipat, Penjual Janur dan Selongsong Ketupat Berebut Tempat Jualan dari Tengah Malam

“Kalau harga sebenarnya bagus, misalnya tidak ada drop atau janur dari luar daerah yang masuk ke Kudus. Karena banyak drop janur dari luar daerah harga menjadi rendah,” ungkapnya.

Bersama suami, Dina menyediakan janur, selongsong ketupat bawangan (biasa), selongsong ketupat luar, selongsong lepet, dan tali ikatnya. Menurutnya, kebanyakan pembeli yang memilih membeli janur dan selongsong ketupat biasa. Setidaknya dalam sehari ia bisa menjual 2.000 janur.

“Untuk harga janur kuning per ikat isi 10 Rp5 ribu. Kemudian selongsong dan ketupat biasa Rp5 ribu, ketupat luar Rp5 ribu dapat 2, dan tali ikatnya seribuan,” rinci ibu dua anak tersebut.

Baca juga: Ramai Pendatang dari Luar Demak Berjualan Janur di Pasar Bintoro

Hal sama juga dikatakan oleh Suyanto (27). Pria asal Pecangaan, Jepara itu juga sudah mulai berjualan sejak hari ketiga lebaran. Menurutnya, puncak pembelian janur itu terjadi Rabu dan Kamis kemarin. Di momen itu,  Yanto bisa menjual hingga 3.000 janur sehari.

“Puncaknya itu kemarin, karena banyak dari mereka yang tidak ingin membeli mepet. Kalau hari ini ya ada tapi tidak seramai kemarin,” beber dia.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER