BETANEWS.ID, JEPARA – Untuk menekan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara mengadakan pasar murah di Batealit Sport Centre, Kecamatan Batealit, Jepara, Kamis (13/04/2023).
Pada kegiatan tersebut, DKPP menyediakan kebutuhan sembako, di antaranya beras 3,5 ton, telur 1 ton, minyak goreng 14 kardus, daging ayam, dan bawang putih.
Kasi Ketersediaan dan Distribusi Ketahanan Pangan DKPP Jepara, Tri Handana, mengatakan, subsidi yang diberikan pada masing-masing bahan pangan berbeda. Untuk Beras diberikan subsidi Rp12.000 per kilogram sedangkan telur Rp2.000 per kilogram.
Baca juga: Bantu Warga, Bupati Demak Minta Dindagkop UKM Sering Gelar Pasar Murah
“Pasar murah ini diadakan untuk menekan kenaikan harga sembako yang anggarannya dari bantuan provinsi tetapi diadakan di masing-masing kabupaten. Kita dapat jatah 5 kali dari bulan Maret-Juli,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan pasar murah bakal terus diadakan selama kenaikan inflasi di Jepara masih tinggi serta menjelang perayaan hari-hari besar.
Selain menyediakan stand kebutuhan pokok, ada juga stand binaan DKPP dari Gapoktan dan Kelompok wanita tani. Mereka ikut meramaikan dengan menjual produk-produk unggulan mereka. Mereka rata-rata menjual berbagai jenis kue yang disajikan pada saat lebaran.
Baca juga: Pasar Murah di Dinas Pertanian Kudus Diserbu Warga, Hartopo Minta Digelar Rutin
Salah satu warga yang mendatangi pasar murah tersebut mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. Ia yang tadinya mau belanja ke pasar, karena mengetahui ada pasar murah kemudian memilih belanja di pasar murah tersebut.
Ia berharap kegiatan pasar murah bisa rutin diadakan dengan sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat. Ini dimaksudkan agar mereka dapat menyiapkan terlebih dahulu anggaran yang dibutuhkan untuk belanja. Dengan adanya pasar murah juga bisa mengurangi jumlah pengeluaran kebutuhan belanja untuk keluarga.
“Ini tadi beli beras, minyak, bawang, sama sosis. Seneng karena di sini harganya miring. Telur yang biasanya Rp30 ribu sekilo ini jadi Rp24 ribu sekilo. Rp6 ribu kan lumayan, bisa dapat 1/4 lagi,” katanya.
Editor: Ahmad Muhlisin

