31 C
Kudus
Minggu, April 14, 2024

Demi Bantuan Beras 10 Kg, Yeni Rela Izin Kerja dan Antre Berjam-Jam

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan orang terlihat antre di aula Balai Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Kamis (13/4/2023). Mereka antre untuk mengambil bantuan beras cadangan pangan pemerintah (CPP) dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang bekerjasama dengan Bulog.

Pembagian beras yang rencananya dibagi menjadi tiga sesi tak berjalan lancar, bahkan terjadi kericuhan dan antrean panjang. Bahkan, antrean warga yang akan mengambil beras sekitar 12 meter.

Yeni Rahmawati, satu di antara warga yang akan mengambil bantuan beras, mengaku sudah mengantre selama dua jam. Warga Kelurahan Mlati Lor, Kecamatan Kota tersebut datang sejak pukul 08.00 WIB, tapi hingga pukul 10.00 WIB masih tetap terjebak dalam antrean.

Baca juga: 55.444 Keluarga di Kudus Dapat Bantuan Beras 10 Kg Selama 3 Bulan

“Saya sudah mengantre dua jam. Tapi masih terjebak di tengah antrean dan belum mendapatkan beras,” ujar perempuan yang akrab disapa Yeni kepada Betanews.id di aula Balai Desa Rendeng.

Seharusnya Yeni berangkat kerja saat itu. Namun, demi mendapatkan bantuan beras dan harus mengantre lama, dirinya terpaksa izin tak berangkat. “Kayaknya saya izin saja dan tak masuk kerja. Lebih penting beras,” bebernya.

Sementara itu warga yang sudah mendapatkan beras terlihat semringah. Bahkan tampak beberapa perempuan lanjut usia (lansia) memaksakan mengangkat beras yang didapat meski mereka terlihat keberatan. Satu di antaranya yakni Mintarmi (60).

Lansia asal Desa Nganguk, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus tersebut mengaku senang mendapat bantuan beras sekarung berisi 10 kilogram. Jelang Lebaran, bantuan beras dari pemerintah sangatlah berharga.

“Tentu senang dan bantuan beras ini sangat berharga. Apalagi jelang Lebaran,” ujar Mintarni di halaman Balaidesa Rendeng.

Dia mengaku berangkat sendiri untuk mengambil beras dengan naik becak. Sebab semua anaknya sedang bekerja, jadi tidak ada yang mengantar.

“Ini naik becak pulang-pergi bayar Rp 20 ribu. Ya nilai bantuanya ke potong untuk ongkos becak, tidak apa-apa yang penting dapat beras,” ucapnya semringah.

Sementara itu, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Ahmad Zaki mengatakan, terjadinya tumpukan antrean ketika pembagian beras, karena warga datang tak sesuai jadwal. Mereka semua datang berbarengan.

Baca juga: 153 Ribu Keluarga di Demak akan Terima Bantuan Beras 10 Kilogram

“Padahal sudah kami jadwal tiga shift. Setiap shift untuk tiga desa. Karena warga penerima bantuan datang tak sesuai jadawal, jadi ada penumpukan antrean,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Zaki tersebut menuturkan, hari ini di Balai Desa Rendeng pihaknya menyalurkan beras cadangan pangan pemerintah (CPP) kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di sembilan desa. Sejumlah desa itu antara lain, Desa Rendeng, Burikan, Kaliputu, Nganguk, Kramat, Mlati Lor, Mlatinorowito, Mlati Kidul, serta Wegu Wetan.

“Total warga yang menerima bantuan beras di sembilan desa tersebut ada 1.457 orang. Masing-masing mendapatkan bantuan sekarung berisi 10 kilogram beras,” bebernya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER