31 C
Kudus
Senin, Februari 23, 2026

Yuk Manfaatkan Pekarangan Rumah Jadi Lahan Ketahanan Pangan

BETANEWS.ID, JEPARA – Salah satu upaya untuk menjaga sumber ketahanan pangan di masyarakat dapat dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanami berbagai jenis kebutuhan pangan, mulai dari sayur, buah, hingga tanaman rimpang yang juga dapat dijadikan obat.

Menurut Sekretaris Pokja III, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Jawa Tengah, Woro Sri Hartati, tidak harus lahan besar yang bisa dimanfaatkan, karena lahan kecil yang berada di area perumahan pun bisa. Woro berharap, menanam di lahan pekarangan dapat menjadi solusi ketika harga komoditas bahan pokok sedang mengalami kenaikan.

Menurutnya, dengan menanam kebutuhan pangan sendiri di rumah, warga akan mendapat beragam manfaat, di antaranya menambah penghasilan rumah tangga, kebutuhan gizi serta vitamin, menciptakan kedekatan antar anggota keluarga, dan sebagian kebutuhan rumah tangga dapat tercukupi.

-Advertisement-

Baca juga: Wujudkan Ketahanan Pangan, Ita Ajarkan Urban Farming Kepada Anak-anak

“Saya harapkan setelah sosialisasi ini tidak ada lagi yang namanya menanam itu sulit, tidak ada alasan untuk tidak menanam. Karena menanam merupakan program unggulan dari Pokda III untuk ikut menjaga ketahanan pangan dalam kaitannya disini untuk mencegah stunting,” ujarnya setelah memberikan sosialiasasi kepada 211 kader TP-PKK se-Kabupaten Jepara di Pendopo Kartini, Rabu (08/03/2023).

Salah satu program yang sedang digalakkan yaitu satu rumah menanam tiga pohon cabai. Program ini bertujuan bisa mengurangi kebutuhan belanja harian. Sehingga dalam sehari yang tadinya harus berbelanja berbagai jenis kebutuhan, karena sudah menanam cabai sendiri dapat mengurangi jumlah pengeluaran rumah tangga. 

Baca juga: Dengan Smart Garden Ciptaan Siswa SMKN 3 Kudus, Menyiram Tanaman di Rumah Kini Bisa Dari Mana Saja

“Kalo misalnya sehari belanja Rp20 atau 30 ribu, karena sudah punya cabai sendiri jumlah belanjanya jadi berkurang. Itu program dari Bu Ganjar yang sekarang juga sedang kita galakkan,” paparnya.

Program pemanfaatan pekarangan yang digalakkan oleh TP-PKK tersebut biasanya dimulai dengan program pemilahan sampah. Di mana sampah-sampah basahnya dikumpulkan untuk kemudian diolah menjadi kompos. Sementara sampah keringnya dapat dijual. Dari uang yang dihasilkan tersebut, digunakan untuk membeli bibit tanaman. Sementara pupuk kompos dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesuburan tanaman.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER