31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Stadion Djarum Ternyata Digunakan untuk Pembinaan Sepak Bola Putri

BETANEWS.ID, KUDUS – Bakti Olahraga Djarum Foundation tengah melakukan upaya untuk meningkatkan prestasi sepak bola putri melalui pembinaan, khususnya di Kabupaten Kudus. Stadion Djarum di Desa Rendeng yang masih dalam tahap penyelesaian pembangunan, akan menjadi pusat pembinaan.

Hal tersebut dikatakan Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin, Minggu (19/3/2023), di acara MilkLife Soccer Coaching Clinic. Acara tersebut digelar untuk memberikan pelatihan dasar sepak bola bagi para guru sekolah dasar, sebagai langkah awal pembinaan sepak bola putri di Kudus.

Baca juga: Terungkap! Begini Penampakan Stadion Djarum Saat Sudah Jadi, Ada Kafe yang Hadap Lapangan

-Advertisement-

“Sepak bola putri Indonesia pernah berjaya di era Mutia Datau, tapi setelah itu program pembinaan para pesepak bola putri itu kurang berkembang. Tidak dibuat suatu program yang kesinambungan dan ekosistemnya tidak ada. Oleh karenanya, kami memutuskan membuat stadion ini antara lain untuk mewadahi sepak bola putri,” jelas Yoppy kepada Betanews.id, melalui siaran tertulisnya, Minggu (19/3/2023).

Menurutnya, para siswi di bangku SD di Kudus akan dibidik dalam pembinaan ini. Namun, sebelum melangkah ke tahap pembinaan para pemain, guru-guru SD akan dilatih terlebih dahulu. Pelatihan yang diberikan mulai dari teknik dasar yang baik dan benar, sehingga kemudian mereka bisa menularkan ilmu yang telah didapat dari program coaching clinic ini.

Coach Timo memberikan pelatihan dasar sepak bola bagi para guru SD di Kudus, Minggu (19/3/2023). Foto: Ist

Di tahap ini, katanya, kegiatan dilakukan dalam bentuk coaching clinic yang berlangsung selama enam hari pada 13-18 Maret di Supersoccer Arena (Staduion Djarum). Timo Scheunemann, pelatih sepak bola asal Malang dan keturunan Jerman, yang sarat dengan pengalaman dalam sepak bola nasional maupun mancanegara, ditunjuk untuk melaksanakan pelatihan bagi para guru SD di kota kretek ini.

“Mengenai pemilihan jatuh kepada Coach Timo itu adalah hasil survei dan diskusi kita dengan sejumlah pakar sepak bola di Tanah Air, hingga akhirnya kita dapat satu titik temu, pelatih sepak bola yang mumpuni dalam menangani program pembinaan pesepak bola putri usia dini. Ada banyak nilai plus yang dimiliki Coach Timo, satu di antaranya yang menarik adalah dia fasih bahasa Indonesia dan Jowo pun iso,” tutur Yoppy.

Di sela-sela pelatihan selama sepekan yang berlangsung siang hingga petang, Timo menjelaskan selama ini banyak orang tergesa-gesa menempatkan prestasi sebagai sebagai tujuan akhir sepak bola. Padahal salah satu hal yang perlu dipahami, khususnya orang tua, adalah selain mendapatkan pengalaman dan kesenangan, sepak bola punya peran besar untuk membentu karakter anak.

Baca juga: Stadion Djarum Pakai Rumput Sintentis Standar FIFA, Akhir Januari 2023 Siap Digunakan

Saat ini, menurut Timo, akses bagi para calon pesepak bola putri untuk meraih beasiswa ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, kini kian terbuka ketimbang sepak bola putra. Tentunya, bekal pendidikan dan pelatihan yang didapat di sekolah, baik dalam kurikulum sekolah maupun ekstra kurikuler, perlu ditambah dengan latihan sendiri di rumah atau bersama pelatih.

“Menurut saya peluang bagi calon pesepak bola putri untuk mendapatkan beasiswa itu jauh lebih besar. Tapi kembali lagi diperlukan kedisiplinan diri yang tinggi, totalitas melalui latihan sendiri, semisal di rumah,” terang Timo.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER