BETANEWS.ID, KUDUS – Menggeluti usaha kuliner sudah dilakukan Hajah Uki sejak 1980an. Ia mengaku, saat belum menikah ia sudah aktif membantu ibunya berjualan.
Sebelum memiliki warung sop buntut yang berada di jalan Ahmad Yani, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, ia menggelar lapak di dekat rumahnya yang berada di Desa Ploso.

Baca juga: Sop Balungan Cipto Roso, Kuliner Khas Kota Wali yang Jadi Langganan Ganjar
Sop buntut yang terbuat dari bahan dasar balungan bagian ekor sapi, dengan kuah yang menggunakan lima macam bumbu, dan taburan bawang goreng di atasnya itu, terlihat sangat menggoda dengan asap mengepul dan disajikan untuk makan siang.
“Ada lima macam bumbu, kalau sop buntut ini ciri khasnya kan merica. Itu yang membuat enak, ” katanya pada Betanews. id, Selasa (28/2/2023).
Memulai membuat sop buntut, lanjut Uki karena ia terinspirasi dari seorang warga keturunan Tionghoa yang juga memiliki usaha kuliner sop buntut. Bedanya, dengan porsi yang lebih sedikit dengan taburan kentang, Uki lalu mengkreasikan sop buntutnya dengan porsi yang lebih banyak.
“Dulu saya penasaran miliknya orang Tionghoa itu. Saya coba resapi bumbunya, ketika saya buat ternyata banyak yang suka, ” imbuhnya.
Baca juga: Warung Sop Balungan Panjang Ini Bisa Jual hingga 100 Porsi Sehari, Rahasianya Ada di Bumbu
Berkat usahanya itu, sop buntut buatan Uki tidak pernah sepi dari pembeli. Dijual dengan harga Rp 60 ribu per porsi, dalam sehari ia bisa menghabiskan ratusan porsi setiap harinya.
“Pelanggannya kebanyakan dari kalangan kantor, karena kan harganya terjangkau. Ada yang dari luar kota, Jakarta, Yogyakarta,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

