Ribuan Hektare Sawah di Kudus Tergenang Banjir, Warga Manfaatkan Jadi Spot Mancing

BETANEWS.ID, KUDUS – Banjir terlihat menggenangi area persawahan di Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Tampak ada beberapa petani sedang memanen padi yang menguning dan terendam banjir. Sementara di akses jalan persawahan tersebut berjajar puluhan pemancing.

Area sawah yang banjir kini jadi daya tarik spot memancing yang asyik bagi para penghobi olah sabar dengan mata kail. Tak hanya di atas jalan, beberapa di antara mereka juga rela menceburkan diri dan berbasah ria ke area persawahan yang tergenangi banjir dengan harapannya kailnya bisa mendapatkan ikan yang lebih banyak.

Salah satu pemancing yakni Bayu Setio Aji mengatakan, setiap libur kerja akan mengisi waktu luang dengan memancing. Biasanya ia memancing di sungai yang dianggapnya banyak ikannya.

-Advertisement-

Baca juga: Sawah Kebanjiran di Wonosoco Dimanfaatkan Warga untuk Cari Ikan, Bisa Dapat Hingga 50 Kg

“Namun sejak persawahan di Kecamatan Undaan terendam banjir, saya pun lebih memilih memancing di area sawah yang baniir. Sebab potensi mendapatkan ikan lebih banyak,” ujar pria yang akrab disapa Bayu kepada Betanews.id, Sabtu (4/3/2023).

Bayu mengatakan, sudah tiga hari dirinya memancing di area persawahan di Desa Wates, Kecamatan Undaan yang terendam banjir. Biasanya ia sampai ke lokasi pukul 8.00 WIB dan akan pulang ke rumahnya di Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kudus pada pukul 16.00 WIB.

“Dua hari kemarin dapatnya lumayan banyak. Ikan yang saya dapat jenisnya nila dan cukup besar-besar,” ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Bambang Eko Yanto. Kakek dari dua cucu ini mengaku, sejak banjir ia pun memilih memancing di area persawahan yang tergenang banjir. Sebab, kemungkinan dapat ikanya lebih banyak.

“Sawah yang kebanjiran gini jadi spot mancing yang asyik. Karena ikanya banyak, sehingga potensi umpan disahut ikan itu lebih sering,” ujar Bambang.

Dia mengatakan, ikan yang didapat saat mancing di area sawah yang tergenang banjir adalah nila dan mujair. Sementara umpan yang digunakan adalah lumut.

“Untuk lumut saya beli Rp 5 ribu per kantong plastik. Itu sudah bisa untuk seharian,” beber warga Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus.

Dia mengatakan, ikan yang didapat dari memancing tidak dijual tapi untuk dikonsumsi sendiri dan keluarga. Jika tidak banjir, Bambang mengaku, biasnya memancing di sungai tidak di tempat pemancingan.

Baca juga: 400 Hektare Sawah Kebanjiran di Karangrowo Kudus Alami Puso, Kerugian Ditaksir Capai Rp8 Miliar

“Mancing ini kan sekedar untuk mengisi luang. Kalau mancing di tempat pemancingan itu bayar, makanya ketika tak ada banjir saya mancingnya ya di sungai. Gratis,” tandasnya.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus banjir telah menggenangi lima Kecamatan di Kabupate Kudus. Selain pemukiman, ada ribuan hektare sawah yang terendam, dengan paling luas di Kecamatan Undaan yakni 3,1 hektare.

Sementara luasan sawah di Desa Wates, Undaan yang terendam banjir ada 500 hektare. Terluas kedua yang tergenang banjir setelah area persawahan di Desa Undaan Lor, dengan luas 567 hektare.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER