31 C
Kudus
Minggu, Januari 23, 2022
spot_img
BerandaKUDUSSawah Kebanjiran di...

Sawah Kebanjiran di Wonosoco Dimanfaatkan Warga untuk Cari Ikan, Bisa Dapat Hingga 50 Kg

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan hektare sawah terendam banjir di area persawahan Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, dimanfaatkan warga untuk berburu ikan. Pantauan di lokasi, ada lebih dari 10 orang pencari ikan dengan menggunakan pancing maupun branjang atau anco.

Di atas pondasi yang dijadikan pematang sawah. Beberapa pria tampak berdiri sembari memegangi batang bambu sepanjang dua meter yang dijadikan pegangan anco. Setiap lima menit, anco yang terendam air banjir tersebut diangkat, dan kemudian tampak belasan ikan yang terperangkap. ikan jenis mujair itu pun diambil menggunakan alat khusus dan kemudian dimasukan ke dalam tumbu.

Beberapa warga sedang mencari ikan di sawah yang kebanjiran. Foto: Rabu Sipan.

Salah satu warga, Siswanto (52) mengaku menganco ikan sejak area tersebut kebanjiran. Ikan yang didapat jenisnya kebanyakan mujair. Menurutnya, setiap di area tersebut kebanjiran maka ikannya pun melimpah. Bahkan dari aktivitas nganco ia bisa mendapatkan ikan antara 40 sampai 50 kilogram.

- Ads Banner -

Baca juga: Debit Air Terus Naik, Bendung Wilalung Berstatus Siaga

“Kebanjirannya sudah tiga pekan, dan hampir setiap hari saya pergi nganco di area  yang kebanjiran tersebut,” ujar Siswanto, Senin (6/12/2021).

Selain digunakan untuk lauk, ikan mujair yang didapatkannya juga sebagian dijual. Yang dijualnya biasanya yang ukuran besar dengan harga Rp20 ribu per kilogram.

“Berarti kalau dijual semua hasil nganco ini sebenarnya lumayan. Apalagi kalau surut, ikannya tambah banyak dan hasil yang didapat juga makin banyak,” ujarnya.

Selain itu, , ikan hasil nganco Siswanto juga digunakan untuk makan lele peliharaannya. Ia mengaku budi daya ikan lele sebanyak 30 ribu ekor. Sehingga untuk mengurangi biaya pakan, ia pun mencari ikan kecil sebagai pengganti pur.

“Ikan mujair yang kecil nanti saya jadikan pakan lele. Yang besar dibuat lauk dan dijual,” bebernya.

Baca juga: Mancing Katak, Aktivitas Musiman yang Sedang Digemari Warga Kudus

Warga lain, Selamet memilih mencari ikan saat menganggur saja. Daripada berdiam diri di rumah, ia pun mencari ikan. Sudah sepekan ini dia nganco di area persawahan yang lagi kebanjiran. Untuk waktu nganco tidak tentu, sebab kegiatan tersebut hanya dijadikan selingan saja.

“Merawat tanaman di padi di sawah itu kan tidak setiap hari. Pas nganggur saja saya pergi branjang agar dapat ikan. Lumayan bisa untuk lauk, kalau banyak bisa juga dijual ke tetangga,” ujar Warga Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus tersebut.

“Biasanya tidak sampai sehari. Kalau wadah yang saya bawa ini penuh ya pulang. Biasanya itu dapat ikan tiga kilogram. Sebagian dibuat lauk dan sebagian besarnya dijual. Lumayan sebagai ganti bensin,” tandas Selamet.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 12 - Banjir Abadi di Wilayah Bekas Selat Muria (Kudus dan Pati)

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,340PengikutMengikuti
75,048PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler