31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Penjualan Kurma Meningkat, Toko Miralbie Al Muslim Bisa Raup Omzet hingga Rp100 Juta

BETANEWS.ID, SOLO – Buah kurma memang menjadi salah satu makanan yang tak pernah absen pasa saat Bulan Suci Ramadan. Tak heran jika banyak masyarakat yang menjadikan kurma sebagai salah satu menu wajib saat sahur maupun berbuka puasa.

Salah satu lokasi yang menjadi jujugan masyarakat Solo dan sekitarnya untuk mencari kurma adalah toko Miralbie Al Muslim yang berada di Jalan Kapten Mulyadi, Nomor 171//179, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.

Salah satu jenis kurma yang dijual di Toko Miralbie Al Muslim. Foto: Khalim Mahfur

Toko yang juga menjual  berbagai perlengkapan haji dan umrah itu tampak selalu ramai pelanggan. Pembeli datang dan pergi seperti tanpa henti untuk membeli buah kurma sebagai kduapan selama Ramadan.

-Advertisement-

Baca juga: Masjid Sheikh Zayed Solo Siapkan 6.000 Makanan Berbuka Gratis Setiap Hari Selama Ramadan

Pemilik Toko Miralbie Al Muslim, Sarah mengatakan, penjualan kurma mulai meningkat sejak sepekan sebelum Ramadan. Ia mengaku, permimtaan mengalami peningkatan 10 kali lipat jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya.

“Pemintaan alhamdulillah meningkatnya drastis dari tahun kemarin, karena kan tahun ini berbarengan sama umrah dan haji. Saat ini meningkatnya 10 kali lipat dari hari biasa,” kata Sarah kepada Betanews.id, Jumat (24/3/2023).

Sarah mengatakan, kurma-kurma yang ia jual diambil dari beberapa lokasi, seperti di Surabaya, Jakarta, ataupun diimpor langsung dari negara asal kurma tersebut. Dari berbagai jenis kurma yang disediakan, Sarah mengungkpkan bahwa masyarakat palig banyak yang membeli jenis Sukari, Tunisia, dan Kholas.

“Harga mulai per kilo Rp20 ribu sampai Rp280 ribu ada semua. Paling mahal itu kurma Palestin, kurma Mejo. Mejo itu bisa Rp230-280 ribu per kilo itu yang paling bagus sampai yang paling super ada,” ujarnya.

Baca juga: Ganjar Pastikan Suplai dan Harga Pangan di Jateng Aman Selama Ramadan

Menurutnya, pembeli kurma di toko Miralbie Al Muslim bukan hanya dari kawasan Solo saja, melainnkan dari beberap kota di Jawa, seperti Klaten, Yogyakarta, Semarang, bahkan dari Surabaya. Saking banyaknya permintaan, omzet yang didapatan Sarah juga mengalami peningkatan hingga berkali-kali lipat.

“Biasanya kalau hari-hari biasa itu paling omzet masuk itu sekitar Rp10 juta, kalau sekarang ini Ramadan paling bisa tembus Rp90-100 juta,” ungkapnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER