31 C
Kudus
Rabu, Februari 28, 2024

Pasangan Mirip Puan dan Jokowi Menikah di Depan DPRD Jateng

BETANEWS.ID, SEMARANG – Mempelai perempuan berhias topeng mirip Puan Maharani duduk di pelaminan bersanding dengan mempelai laki-laki bertopeng mirip Joko Widodo. Di depan penghulu, mereka melakukan ijab kabul dengan mas kawin satu berkas Perppu Cipta Kerja. Pernikahan mereka digelar sederhana, dengan lesehan, di depan gerbang DPRD Jawa Tengah, Kamis (30/3/2023).

Tentunya momen tersebut bukanlah pernikahan sungguhan. Penikahan teatrikalis tersebut merupakan bagian aksi mahasiswa Unnes menolak Perppu Cipta Kerja. Unjuk rasa bertema Kenduri Cipta Kerja tersebut dilakukan secara satir terhadap pemerintah eksekutif dan legislatif Republik Indonesia.

Para pengunjuk rasa mengistilahkan aksi mereka sebagai “melawan dengan gembira” bernuansa kenduri pernikahan lengkap dengan berbagai prosesinya. Mereka mengawali teatrikal dengan prosesi ijab kabul pasangan “Rara dan Joko” yang dipimpin oleh seorang penghulu dengan tokoh mirip politisi nasional.

Baca juga: Aksi Mahasiswa di Semarang Tolak Perppu Cipta Kerja Berlangsung Ricuh

Kenduri tersebut dihadiri oleh para saksi dan tamu undangan yang juga mengenakan topeng mirip politisi dan klonglomerat nasional yang mereka representasikan sebagai kalangan oligarki. Tak ketinggalan aksen kenduri yang dikenakan para peserta aksi dengan berbaju batik.

Ada juga sang pranoto coro, atau pembawa acara kenduri yang berorasi dengan bahasa Jawa, perihal sindiran tentang dukungan para oligarki terhadap Perppu Cipta Kerja. Layaknya kenduri, ada pula pembacaan doa oleh tokoh mirip politisi agamawan dan acara penutup berupa pesta dangdutan. Tentu semuanya pekat sindiran tentang Perppu Cipta Kerja.

Korlap aksi, Abdul Rozak Salis, menjelaskan, aksi satir yang mereka lakukan adalah sindiran atas persekongkolan Presiden sebagai lembaga eksekutif, dengan DPR sebagai lembaga legislatif, yang dianggap membangkangi konstitusi atas rencana pengesahan Perppu Cipta Kerja.

Baca juga: Demo Tolak Perppu Cipta Kerja, Pemerintah Dianggap Menghina Konstitusi

“Aksi ini satir, bentuk perlawanan, kita melakukan simbol-simbol seperti ini, sebelum nanti kita turun dengan aksi massa yang lebih besar,” tegas Abdul.

Perppu Cipta Kerja menuai kontroversi menyusul UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja sebelumnya, yang telah dinyatakan inkonstitusional bersyarat oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Alih-alih memperbaiki dalam masa dua tahun sebagaimana diamanatkan MK, pemerintah justru membuat Perppu No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja. Kontroversi bertambah ketika DPR telah menyetujui Perppu Cipta Kerja untuk dibahas di sidang paripurna.

Aksi ditutup dengan prosesi lempar buket dan pembakaran mahar pengantin, berkas Perppu Cipta Kerja. Para peserta aksi lain yang merepresentasikan rakyat biasa meneriakkan kata “cerai,” sebagai harapan agar koloni para politisi dan kaum oligarki dapat bubar dan mau memikirkan kepentingan rakyat.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER