BETANEWS.ID, JEPARA – Jepara Internasional Furniture Buyer Weeks (JIFBW) 2023 yang berlangsung pada 5-19 Maret, resmi ditutup pada Senin (20/03/2023) malam di Pendapa Alit, Kabupaten Jepara. Selama pameran, terdapat 263 pengunjung Internasional dan 328 pengunjung lokal. Dari sisi pendapatan, jumlah nilai ekspor mencapai 2.43 Juta US dollar atau sekitar Rp37 miliar dan dari lokal Rp26 miliar, sehingga total transaksi senilai Rp63 miliar.
Steering Commitee JIFBW 2023, Jamhari, mengatakan, yang menjadi masalah bagi furnitur Jepara selama ini bukanlah market tetapi masih minimnya keterbukaan para pelaku bisnis terhadap perkembangan teknologi.
Hal tersebut akhirnya berakibat pada kuantitas dari barang yang mampu diproduksi. Ia menceritakan bahwa ada seorang buyer dari India yang tertarik dengan furnitur Jepara dalam skala besar.
Baca juga: JIFBW 2023 Adopsi Kesuksesan China Pasarkan Furnitur ke Seluruh Dunia
Namun, yang menjadi pertanyaan dari buyer tersebut bukanlah berapa jumlah karyawan, tetapi berapa jumlah mesin yang mendukung produksi tersebut. Dari kejadian tersebut kemudian ia berharap agar para pelaku industri furnitur di Jepara dapat melek terhadap keberadaan teknologi.
“Ini pernyataan yang akan selalu saya ulang-ulang terus dan berani saya pertanggungjawabkan bahwa problem furnitur Jepara bukan di market tetapi produksi,” tegasnya.
Meski tidak menampik bahwa gelaran pameran kemarin masih memiliki banyak kekurangan, ia berharap dari target yang sudah didapatkan pada tahun ini dapat ditingkatkan 10 kali lipat di tahun depan.
“Banyak teman-teman dari daerah lain yang sudah mengontak, dari Semarang, Solo, Pasuruan. Pasuruan ini yang paling semangat karena untuk mengklaim kotanya menjadi kota ukir juga sangat tinggi. Sehingga saya selalu menegaskan bahwa Jepara harus bisa bergerak bersama untuk mempertahankan klaim Jepara Kota Ukir,” katanya.
Baca juga: Meski Penjualan Turun, Jepara Masih Pimpin Pasar Furnitur Nasional
Ketua Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jepara, Eriza Rudi Yulianto menambahkan, pemerintah kabupaten Jepara sudah siap untuk mendukung kegiatan terebut di tahun selanjutnya. Namun, ia berpesan kepada panitia agar memetakan apa yang menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan kemarin, sehingga dapat dilakukan pelatihan dari pemerintah untuk mendukung pameran di tahun selanjutnya.
“Kendala apa tolong disampaikan. Nerima buyer kemarin mungkin pada bingung. Sehingga dapat nanti kita adakan pelatihan, agar pelatihan-pelatihan yang kita adakan tidak itu-itu aja dan bisa lebih tepat sasaran,” katanya.
Editor: Ahmad Muhlisin

