Nilai Transaksi Capai Rp 14 M, Dandangan Belum Bisa Dianggap Sukses, kok Bisa?

BETANEWS.ID, KUDUS – Gelaran tradisi Dandangan di Kabupaten Kudus telah usai. Bahkan, even untuk menyambut Bulan Puasa di Kabupaten Kudus ini diklaim mampu membukukan nilai transaksi yang cukup fantastis, yakni Rp 14 miliar selama 12 hari. Namun, ini tak serta merta even Dandangan bisa dinilai sukses.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Bidang (Kabid) pada Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kudus Imam Prayitno. Dia mengatakan, jika tolok ukurnya adalah nilai transaksi dan jumlah pengunjung, tentu tradisi Dandangan tahun 2023 sangat luar biasa sekali.

“Even Dandangan tahun ini sangat luar biasa meriah. Pengunjungnya juga sangat banyak sekali dan itu berbanding lurus dengan nilai transaksi,” ujar pria yang akrab disapa Imam kepada Betanews.id ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/3/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Nilai Transaski di Dandangan Capai Rp1,2 Miliar per Malam, Belum Termasuk di Alun-Alun Kudus

Namun, untuk gelaran Dandangan yang merupakan sebuah tradisi kebudayaan yang diwariskan leluhur secara turun-temurun, menurutnya belum bisa dibilang sukses. Ada beberapa faktor yang menjadikan Dandangan tahun 2023 bisa dianggap belum begitu sukses.

“Di antaranya masih terjadi pertengkaran ketika ada pertunjukan di panggung hiburan yang disediakan. Berarti mereka tidak memahami makna dari tradisi Dandangan itu sendiri. Oleh karenanya saya menganggap mereka tak memahami nilai dari tradisi Dandangan,” tandasnya.

Selain itu, kata dia, masih adanya pedagang liar yang ikut berjualan di Dandangan. Berarti mereka tidak komitmen terhadap penyelanggaraan tradisi Dandangan.

“Seharusnya pedagang liar itu kan berkomitmen dan menghormati para pedagang yang sudah menyewa stan. Nyatanya, pedagang liar itu kan ikut berjualan di area Dandangan,” keluhnya.

Selain itu, masih ada juru parkir yang menurutnya masih seenaknya, belum bisa menertibkan kendaraan. Banyak juru parkir yang memanfaatkan jalan-jalan di area Dandangan menjadi lokasi parkir untuk disewakan.

“Bahkan jalan yang seharusnya untuk lewat pengunjung dipepetin dijadikan lokasi parkir. Ini kan membuat jalan jadi semrawut,” ungkapnya.

Baca juga: Pengunjung Even Dandangan Membludak, Hari Pertama Diklaim Capai 5 Ribu Orang

Dia mengatakan, dari nilai transaksi dan pengunjung Dandangan, tahun ini sangat luar biasa. Pengujung tidak hanya mereka yang bersarung dan berjilbab, tapi mereka yang pakai celana pendek pun datang ke Dandangan.

“Pengunjung pun tak hanya dari Kudus saja, tapi banyak juga yang datang dari lain daerah, serta lintas etnis. Sebab banyak juga warga Tionghoa yang datang ke Dandangan,” bebernya.

Namun, katanya, kesadaran masyarakat untuk memahami sebuah nilai dari kebudayaan Dandangan, ia menganggap gelaran tersebut masih belum sukses.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER