BETANEWS.ID, DEMAK– Sore itu, Sarmijan dan Rukanah sedang memancing di dekat rumahnya yang tergenang banjir, Senin (6/3/2023). Sejak Kamis (2/3/2023), sepasang suami istri yang tinggal di RT 1 RW 1 Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, terpaksa hidup di tengah banjir.
Hasil tangkapan ikan wader, nantinya akan dimasak menjadi geplek atau peyek untuk lauk santapan malam mereka.

Baca juga: Ribuan Hektare Sawah Kebanjiran, Ratusan Petani di Ketanjung Demak Gagal Panen
“Mancing dari tadi dapatnya segini, nanti dimasak geplek dikasih tepung untuk makan malam. Keseharian selama banjir ya seperti ini, ” kata Sarmijan.
Keseharian mengurus traktor di sawahnya, Sarmijan hanya bisa gigit jari melihat padinya yang gagal panen. Seharusnya, seminggu lagi padinya akan dipanen, namun ia tak sempat menyelamatkannya.
“Seminggu itu ya rencananya mau dikombi, malah tanggul kena sleding, jadinya jebol. Ya sudah belum sempat diselamatkan, ” ujarnya.
Jika dihitung luas lahan sawah yang dimiliki Sarmijan sekitar 95 hekatere. Apabila dihitung, ia telah merugi hingga ratusan juta rupiah, karena banjir.
“Kalau dijual per hektare itu bisa Rp 20 juta, tinggal dikalikan saja 95 hektare. Ruginya sebanyak itu, ” terangnya.
Baca juga: Banjir Rendam Pemukiman Warga Desa Ketanjung Demak, Akses Jalan Terisolir
Kini Sarmijan dan Istri hanya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari ala kadarnya. Berbekal bantuan dari pemerintah desa, ia berharap penanganan banjir dan kerugian pertanian di Desa Ketanjung dapat diatasi.
“Kalau ada bantuan ya Alhamdulillah. Banjir kalau gini mau kerja juga serba gak tenang, ” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

