BETANEWS.ID, DEMAK – Banjir menggenangi rumah warga Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Setidaknya terdapat 3 RW di desa tersebut yang terkena dampak banjir dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter tersebut. Meski begitu, warga memilih bertahan daripada mengungsi.
Salah seorang warga Ketanjung Heri mengatakan, saat banjir mencapai kedalaman 1 meter ia sempat mengungsi. Akan tetapi, pada banjir kedua setelah bulan Januari lalu, ia lebih memilih bertahan daripada mengungsi.
“Di sini ada empat anggota keluarga. Keluhannya paling gatal-gatal karena air banjir. Rumah saya itu tinggi banget airnya, ” katanya pada Betanews. id, Senin (6/3/2023).
Baca juga: Terminal Kudus Masih Kebanjiran, Jalur Pantura Kudus-Demak Macet
Untuk mendapatkan air bersih, lanjut Heri, ia terpaksa membeli air galon seharga Rp 6 ribu setiap harinya. Air tersebut ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mencuci, dan mandi.
“Airnya kan kotor, jadi saya beli. Biasanya ada yang ngirim, tapi juga beli sendiri. Sehari bisa dua galon, ” imbuhnya.
Sementara itu, menurut Kepala Desa Ketanjung Siti Setiawati, banjir sudah melanda tempat tinggal warga sejak Kamis (2/3/2023). Tidak hanya karena siklus hujan yang deras, melainkan disebabkan luapan dari Bendungan Kudus.
“Warga yang terdampak kurang lebih 3000 jiwa , banyak masyarakat kerja dan sekolah ini off, karena akses jalan yang terisolir,” terangnya.
Baca juga: 22 Ribu Warga Semarang dan Demak Jadi Korban Banjir Rob
Adanya banjir lanjutan ini, pihaknya belum mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah. Untuk sementara ini, hanya mendapatkan bantuan 5 sak beras, akan tetapi tidak cukup untuk membantu masyarakat yang terdampak.
“Kami berharap pemerintah daerah ada bantuan sembako untuk warga kami ,karena Askes jalan terisolir, ” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

