31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Momen Mawar Hartopo Berbisik ke Suaminya Saat Usai Pidato, Ada Apa?

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus Hartopo membuka acara penilaian lomba desa di Balai Desa Pedurenan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Senin (27/3/2023). Ada momen menarik dalam pembukaan tersebut, istri Bupati Hartopo, Mawar Hartopo, membisikan sesuatu di telinga suaminya usai memberikan sambutan.

Setelah mendapatkan bisikan dari sang istri, Hartopo pun kemudian meraih mikropon kembali dan memberikan imbauan kepada para tamu undangan yang kebanyakan adalah pelaku usaha mikro kecil dan mikro (UMKM) di Desa Padurenan.

“Atas permintaan ibu ketua PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) Kudus, saya imbau pelaku UMKM bisa melibatkan teman-teman difabel,” ujar Hartopo kepada hadirin.

-Advertisement-

Baca juga: Wah, Hadiah Lomba Desa Tingkat Kudus Naik Drastis dari Puluhan Jadi Ratusan Juta

Ketika dikonfirmasi, Mawar Hartopo membenarkan, dirinya memberi bisikan agar mengimbau pelaku UMKM di Desa Pedurenan bisa lebih memberdayakan kalangan difabel. Diharapkap, kelompok difabel bisa mendapatkan peluang untuk berkarya.

“Selain memberi peluang teman-teman difabel berkarya. Ya, kita bagi-bagi rezeki dengan mengajak mereka bekerja,” ujar Mawar kepada awak media di halaman Balai Desa Pedurenan.

Dia menuturkan, difabel yang belum punya keterampilan bisa diajari terlebih dulu. Sedangkan yang sudah bisa, katanya, misal menjahit bisa diberi orderan. Apalagi di Desa Pedurenan terkenal dengan konveksi dan bordirnya.

“Kalau kendalanya mobilitas, mungkin bahannya bisa kita drop ke rumah teman difabel tersebut. Ketika sudah jadi nanti kita yang ambil,” jelasnya.

Selama ini, ungkapnya, Pemkab Kudus sebenarnya sudah beberapa kali melibatkan teman-teman difabel dalam even besar, terutama mereka yang tergabung dalam Forum Komunikasi Difabel Kudus (FKDK).

Baca juga: Wates Juarai Lomba Desa Tingkat Kabupaten Kudus

“Nah, di Padurenan ini teman-teman difabel yang belum tergabung di FKDK bisa dirangkul para pelaku UMKM setempat, untuk diberikan kesempatan bekerja dan berkarya,” pintanya.

Mawar mengakui, pelibatan kelompok difabel di Kabupaten Kudus masih kurang. Ia menilai, hal tersebut dikarenakan kuranngnya komunikasi.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER