31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Minimnya Modal dan Sulitnya Pemasaran Jadi Kendala Petani Kopi Jepara

BETANEWS.ID, JEPARA – Sebagai daerah dengan kondisi alam yang beragam, Jepara memiliki potensi hasil kekayaan alam, satu di antaranya kopi lokal khas Jepara. Ada banyak daerah penghasil kopi di Jepara, antara lain Desa Tempur, Bulakawu, Pancur, Kunir, Sumosari.

Hanya saja minimnya pemasaran membuat kopi lokal Jepara kurang diminati pelanggan. Ditambah lagi tingginya modal yang dibutuhkan dalam perawatan serta pengolahan biji kopi menjadi kendala petani kopi di Jepara.

Muhadi, satu petani kopi di Desa Sumosari, Kecamatan Batealit, yang kini mulai merintis produk kopinya sendiri dengan brand Ucil Coffee, mengatakan, lamanya waktu panen tanaman kopi menyebabkan petani kopi harus memiliki modal yang tidak sedikit. Ditambah berkurangnya pupuk subsidi yang saat ini diterima petani.

-Advertisement-

Baca juga: Pj Bupati Jepara Wajibkan Hotel dan Restoran Sajikan Kopi Jepara

Menurutnya, dulu setiap petani kopi bisa mendapatkan pupuk subsidi mencapai 1 kwintal, sekarang hanya bisa mendapatkan 50 Kg dengan harga Rp 130.000. Jika tidak disubsidi harga pupuk mencapai sekitat Rp 200.000 per 50 Kg.

“Panen kopi kan lama, tiga tahun baru bisa panen. Jadi selama menunggu waktu panen itu, kalau belum punya tanaman lain yang bisa dipanen ya harus ada sumber yang lain. Jadi kendalanya memang modal,” ujarnya saat ditemui di rumahnya beberapa waktu lalu.

Selain itu mahalnya alat yang dibutuhkan dalam pengolahan kopi membuat para petani sebelumnya hanya mengandalkan cara tradisional dalam menyangrai biji kopi. Sehingga proses produksinya lebih banyak memakan waktu.

Namun, pada saat kopi Sumosari yang menjadi ciri khas desanya mulai banyak dikenal dan dilirik oleh pemerintah, pihak desa kemudian memberi bantuan berupa alat penyangrai biji kopi.

“Alatnya itu kan mahal, ada yang puluhan bahkan mencapai ratusan juta. Sehingga tidak semua petani kopi punya,” tambahnya.

Baca juga: Punya Kualitas Ekspor, Ini Cara Bupati Jepara Tingkatkan Mutu Kopi Cecumandak

Saat ini di desanya baru ada lima brand kopi lokal khas Desa Sumosari. Sebab kebanyakan petani kopi di daerahnya lebih banyak yang menjual biji kopi yang baru di petik atau yang sudah dikeringkan terlebih dahulu kepada pengepul.

Ia berharap ke depan lebih banyak diadakan bazar, sehingga dapat memperkenalkan produk kopi lokal Jepara secara langsung kepada pelanggan. Serta ada pelatihan bagi para petani kopi agar kopi yang dihasilkan lebih berkualitas.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER