BETANEWS.ID, KUDUS – Pengunjung di hari pertama tradisi Dandangan di Kabupaten Kudus diklaim mencapai 5 ribu orang. Jumlah pengunjung tersebut terbilang fantastis dan luar biasa banyak. Bahkan dengan banyaknya pengunjung, Dandangan tahun ini disebut paling meriah di banding tradisi sambut Bulan Ramadan yang pernah digelar.
Kepala Bidang (Kabid) Pedagang Kaki Lima (PKL) Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Imam Prayitno mengatakan, ada beberapa hal yang jadi faktor Dandangan tahun ini lebih ramai dibanding sebelumnya. Di antaranya, tradisi Dandangan sudah vakum selama tiga tahun akibat pandemi Covid-19.
“Dandangan tahun ini seolah jadi ajang penumpahan rindu warga akan tradisi tersebut. Makanya warga banyak yang berbondong-bondong untuk datang ke Dandangan,” ujar pria yang akrab disapa Imam kepada Betanews.id, Rabu (15/3/2023).
Baca juga: Pengunjung Even Dandangan Membludak, Hari Pertama Diklaim Capai 5 Ribu Orang
Selain itu, kata dia, faktor lainnya adalah karena penyelanggaraan Dandangan tahun ini dibikin sangat meriah. Lapangan Alun-Alun Simpang 7 Kudus dibikin pasar malam dengan berbagai wahana, sehingga akan mematik minat warga untuk datang ke tradisi Dandangan.
“Baru tahun ini tradisi Dandangan di lapangan Alun-alun Kudus itu ada pasar malamnya. Tujuannya biar makin meriah,” bebernya.
Lebih lanjut, Imam menuturkan, jumlah stan di even Dandangan tahun ini juga lebih banyak dibanding gelaran sebelumnya. Tahun ini total stan ada 620 unit.
“Gelaran Dandangan sebelumnya, jumlah stan hanya 400 unit. Dandangan saat ini ditambah jadi 620 unit, dengan persentase 80 pedagang lokal dan sisanya dari lain daerah. Stan Dandangan tahun ini berjumlah 620. Sedangkan pada gelaran sebelumnya itu biasanya hanya 400 stan saja,” bebernya.
Baca juga: Bukan Rp5.000, Dishub Kudus Tekankan Tarif Parkir Motor di Dandangan Cuma Rp1.000
Imam meyakini bahwa pengunjung yang rindu akan even Dandangan tak hanya warga Kudus saja, tapi juga warga daerah sekitar.
“Sehingga sangat wajar, Dandangan tahun ini lebih meriah dan pengunjungnya juga lebih banyak. Setelah tiga tahun vakum, warga Kudus dan daerah tetangga sangat antusias datang ke Dandangan,” imbuhnya.
Editor: Suwoko

