BETANEWS.ID, JEPARA – Tingginya intensitas hujan menyebabkan aliran air Sungai Jratunseluna melimpas ke pemukiman warga. Salah satu wilayah yang terdampak adalah Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara.
Kepala Desa Sowan Kidul, Ahmad Dhuri menjelaskan, bahwa penyebab banjir di wilayahnya karena tingginya debit air yang dibawa aliran sungai dari daerah Ngilin, Rengging, Troso, Batealit, kemudian sampai di daerah Sowan Kidul. Air tersebut tidak mampu mengalir ke laut dengan baik, sehingga air menggenangi pemukan warga.
Baca juga: Meski Banjir Tak Kunjung Surut, Warga Sowan Kidul Jepara Pilih Bertahan di Rumah
Ia menyebut, aliran air tidak bisa normal dikarenakan sudah 22 tahun Sungai Jratunseluna pernah dilakukan normalisasi, sehingga terjadi pendangkalan. Ia menambahkan lebar sungai yang tadinya mencapai 30 meter, sekarang hanya tersisa 10 meter, dengan kedalaman kurang lebih 1 meter. Belum lagi tanah yang menggumpal di pinggiran sungai ikut terbawa arus air, yang turut menjadi faktor dangkalnya sungai tersebut.
“Terakhir dinormalisasi itu saya masih kecil. Sudah empat periode lurah, kurang lebih 22 tahun sampai sekarang belum dinormalisasi lagi,” jelasnya pada Betanews.id, saat ditemui di Kantor Kepala Desa Sowan Kidul, Sabtu (25/02/2023).
Akibat dari pendangkalan sungai tersebut, tidak hanya kali ini saja pemukiman warga terendam banjir. Ia menceritakan, sekitar tahun 2014 lalu, Desa Sowan Kidul juga pernah terendam banjir yang kedalamannya mencapai atap rumah warga.
Mengatasi hal tersebut, ia mengatakan, bahwa pihak desa sudah melakukan koordinasi sebanyak tiga kali selama periode jabatannya dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana yang menangani Daerah Aliran Sungai (DAS) Jratunseluna. Tetapi belum mendapatkan tanggapan sampai sekarang.
Baca juga: Sungai Jratunseluna Meluap, Pemukiman Warga di Sowan Lor Jepara Kebanjiran
“Itu wewenang BBWS, sudah pernah disampaikan tetapi belum ada tanggapan. Yang penting saya mengusulkan, ada tanggapan atau tidak itu dari sana, tidak bisa memaksa,” katanya.
Akibat dari banjir tersebut, tidak hanya menggenangi pemukiman warga, tetapi juga area persawahan yang berada di daerah Sowan Lor. Tanaman padi milik warga yang terlihat sudah menguning juga terancam gagal panen akibat banjir tersebut.
Editor: Kholistiono

