Waspada! Puncak Cuaca Ekstrem Diperkirakan Terjadi Besok

BETANEWS.ID, JEPARA– Curah hujan yang masih tinggi menyebabkan banjir yang menggenangi pemukiman warga di Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung belum juga surut meskipun sudah lima hari menggenangi pemukiman warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengatakan kedalaman air yang menggenangi pemukiman warga di Sowan Kidul sempat mengalami kenaikan pada Senin (27/02/2023) kemarin. sehingga banyak lansia serta barang-barang pribadi miik warga yang mulai diungsikan.

Baca juga: Akibat Cuaca Ekstrem dan Tingginya Harga Solar, Sudah Dua Bulan Nelayan di Jepara Tak Melaut

-Advertisement-

Namun berdasarkan pantuan, kedalaman air di Desa Sowan Kidul pada Selasa (28/02/2023) mengalami penurunan menjadi sekitar 30-40 sentimeter. Ia menambahkan, bahwa berdasarkan laporan dari BMKG puncak cuaca ekstrem akan terjadi pada tanggal 1-2, sehingga masyarakat diminta untuk tetap waspada.

“Laporan dari BMKG puncak cuaca esktrem ini kan 1-2 Maret, apalagi melihat awan yang bergerak dari arah barat ke timur, harus tetap waspada menghadapi kejadian terburuk ini. Ya semoga tidak terjadi,” jelasnya saat ditemui di Posko Dapur Umum, Desa Sowan Kidul, Selasa (28/02/2023).

Sementara kondisi dari warga, meskipun kedalaman air sempat bertambah, namun banyak warga yang lebih memilih untuk tetap menetap di rumah masing-masing. Walaupun dari pihak desa sudah menyediakan tempat pengungsian dari warga yang terdampak banjir.

Jika cuaca sudah memungkinkan dan curah hujan tidak lagi tinggi, besok pagi rencananya akan dilakukan penanggulan banjir menggunakan Fly Ash Bottom Ash (FABA) yang merupakan limbah dari pembakaran batu bara PLTU.

“Untuk sementara sambil menunggu normalisasi sungai, nanti akan ada penanggulan menggunakan FABA, rencananya hari ini, cuma curah hujannya masih tinggi, semoga besok sudah bisa kita lakukan. barangnya juga sudah ada, tinggal ambil,” tambahnya.

Baca juga: Cuaca Ekstrem, BPBD Jateng Sebut Semua Daerah di Jateng Rawan Bencana

Untuk menangani korban banjir di Sowan Kidul sendiri, masih membutuhkan bantuan logistik berupa beras, lauk pauk dan sayur-sayuran. Mengingat ada sekitar 1.100 warga yang terdampak banjir. Beberapa warga juga sudah mulai mengeluhkan kondisi kesehatan berupa gatal-gatal. Karena area pemukiman warga ada yang berdekatan langsung dengan kandang sapi. Sehingga kondisi airnya bercampur dengan kotoran hewan.

“Untuk sementara bantuan logistik masih dibutuhkan, warga juga sudah mulai ada yang mengeluhkan gatal-gatal,” papar Subchan, koordinator lapangan yang menangani banjir.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER