31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Lezatnya Bakso Balungan Tempuran Demak Ini jadi Jujugan Pelancong dari Berbagai Kota

BETANEWS.ID, DEMAK – Siapa mengira jika warung bakso balungan sederhana yang berada di Desa Tempuran, Kecamatan/Kabupaten Demak, jadi jujugan wisatawan yang ingin menikmati kuliner khas Kota Wali.

Pengunjung dari berbagai kota, seperti Kudus, Jepara, Semarang, Pati, hingga Yogyakarta rela mengantre untuk menikmati bakso balungan Sukijah (65) atau akrab disapa Mak Jah. Terlihat beberapa pembeli tampak lahap menikmati sajian makanan dengan duduk lesehan di beranda rumah warga.

Baca juga: Menikmati Lezatnya Bakso Balungan Legendaris Mak Jah di Tempuran Demak

-Advertisement-

Menurut Mak Jah, bakso balungannya itu sudah ada sejak 1990an. Saat itu, ia masih aktif bertani, akan tetapi makin ramainya pengunjung ia pun mulai fokus mengembangkan usahanya.

“Dulu saya mulai jualan itu masih sering ke sawah, tahun 1990an pas hamil anak saya yang pertama, tapi jualnya ya masih campur-campur ada makanan lain juga. Dulu dari harga Rp10 ribu sekarang Rp30 ribu, ” katanya pada betanews.id, Senin (30/1/2023).

Untuk satu porsi bakso balungan dijual dengan harga Rp 30 ribu, balungan tampa bakso Rp28 ribu, dan sop balungan dengan lontong Rp 34 ribu. Dalam sehari ia bisa menghabiskan 40-80 balungan sapi dan kerbau.

“Saya dulu pernah jajan sop balungan, jadi saya terinspirasi pingin buat yang lain. Lalu saya buat bakso balungan saja tapi memiliki perpaduan kuah sop. Jadi ciri khasnya di kuahnya, ” terangnya.

Meskipun tak berada di area kota, warung sop balungan Mak Jah tak pernah sepi pembeli. Anak Mak Jah Irma mengatakan, awal mula jualannya terkenal lantaran ketidaksengajaan seorang influencer kuliner memposting bakso balungan Mak Jah ke sosial media.

Baca juga: Menikmati Bakso Balungan di Warung Bakso Marem Demak yang Terjual Ratusan Porsi Sehari

“Dulu tuh ada orang makan ke sini bilang bakso balungan enak kok gak diposting saja. Eh tahu-tahu di Facebook itu ramai, dari situ terus banyak orang berdatangan, “jelasnya.

Ramainya permintaan bakso balungan di warung Mak Jah, tidak langsung membuat ibunya membuka cabang di luar desa Tempuran. Melihat kondisi Mak Jah yang semakin berlanjut usia, Irma lebih memilih membantu saat berjualan.

“Alasan gak buat cabang karena ibu sudah sepuh jadi tidak ada yang bantu. Kalau misal ada yang mengaku cabang ya itu palsu, ” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER