31 C
Kudus
Minggu, April 14, 2024

Kendalikan Hujan Ekstrem, BRIN Lakukan Modifikasi Cuaca dari Tegal Sampai Kudus

BETANEWS.ID, BOYOLALI – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaksanakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di wilayah Jawa Tengah, Jumat (24/2/2023). Modifikasi cuaca ini dilakukan dari Posko Operasi TMC di Lanud Adi Soemarmo, Boyolali.

Koordinator Lapangan TMC BRIN di Jawa Tengah, Djazim Saifullah mengatakan, TMC ini dilakukan bukan merupakan upaya untuk meniadakan hujan ekstrem, melainkan untuk meminimalisir dampak atau bencana yang mungkin ditimbulkan.

Petugas sedang menaikkan garam ke Pesawat jenis C 212 Cassa yang akan diterbangkan untuk modifikasi cuaca. Foto: Khalim Mahfur

“Jadi bagaimana mempercepat proses hujan di awan itu sehingga hujan yang tadinya mau masuk ke daerah target itu turun hujan dulu sebelum masuk ke daerah target. Sehingga mengurangi risiko bencana Jadi bukan sama sekali meniadakan bencana,” paparnya.

Baca juga: Banjir Terus Terjadi, Warga Tanggulangin: ‘Dari Dulu Seolah Tak Ada Solusi’

Kegiatan TMC untuk wilayah Jawa Tengah ini dilakukan mulai 23 Februari sampai dengan 1 Maret 2023. Targetnya adalah kawasan Pantura Barat, mulai dari Tegal sampai Kudus.

“Kenapa kita fokuskan di Pantura, karena kalau awan-awan Pantura ini sekarang itu anginnya dari Barat Laut, sehingga kita eksekusi di sana. Sehingga hujan pun di laut jadi tidak banjir, tapi kalau nanti awan yang masuk itu di darat ya kita punya strategi lain. Jangan sampai kita mengamankan daerah A tapi daerah B itu malah banjir,” paparnya.

Dalam operasi ini, pihaknya mengerahkan satu pesawat jenis C 212 Cassa milik Skuadron Udara 4 Lanud Abdurrahman Saleh Malang. Sebanyak 10 ton garam juga sudah dipersiapkan untuk operasi TMC.

“Sekali terbang kita tadi membawa 800 kilogram (garam), karena itu spek dari pesawatnya,” katanya.

Baca juga: Persoalan Banjir Masih Saja Terulang, DPRD Demak Minta PU Tambah Alat Pengerukan

Pada hari ini operasi TMC dijadwalkan selama tiga kali. Namun karena beberapa kendala dan cuaca di daerah Lanud Adi Soemarmo tengah hujan, sehingga operasi mundur dan baru bisa dilakukan mulai pukul 13.40 WIB.

“Rencana saat di bawah (pos) tadi kalau terjadi perubahan lokasi awan dan lain-lain itu urusannya akan diputuskan scientist, nanti apakah akan tetap di sini atau mengeksekusi awan yang lain. Nanti akan tetap dikoordinasikan,” ujarnya.

Editror: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER