BETANEWS.ID, DEMAK – Banjir di Kabupaten Demak masih menjadi persoalan klasik yang selalu menimpa beberapa wilayah di kabupaten tersebut. Di antaranya adalah wilayah di Kecamatan Karanganyar, Bonang, Sayung dan Mranggen.
Terkait hal itu, Ketua DPRD Demak Sri Fahrudin Bisri Slamet mengatakan, salah satu upaya yang dapat dilakukan pemerintah, yakni melakukan normalisasi sungai dengan cara mengeruk aliran sungai.
Baca juga: Banjir Sebabkan Banyak Petani Gagal Panen, Ketua DPRD Demak Minta Pemerintah Beri Bantuan
Akan tetapi, melihat laporan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinputaru) Demak, ketersediaan alat masih terbilang minim dan kurang seimbang.
“Kata Plt Kepala Dinas PU, itu kan punya satu alat, mestinya idealnya kan lima alat agar tidak keteteran. Kalau cuman satu kan tidak cukup, sehingga ini bisa menjadi prioritas agar lansung dikerjakan dan 2024 tidak ada keluhan banjir, ” katanya saat menghadiri audiensi penanganan banjir di Desa Wonorejo, Karanganyar, Kamis sore (23/2/2023).
Menurut Slamet, sampah-sampah yang menghambat aliran sungai menjadi penyebab banjir di sejumlah titik. Seperti sepanjang Sungai Prampelan dan Waru dengan banyaknya sampah menumpuk di jembatan.
“Waru dan Prampelan ini kan banyak sampah, karena di sana banyak jembatan. Terutama masyarakat juga harus sadar terkait membuang sampah, ” terangnya.
Baca juga: 22 Ribu Warga Semarang dan Demak Jadi Korban Banjir Rob
Slamet berharap, masyarakat juga turut mendukung dalam penanganan banjir. Terutama tidak membuang sampah sembarangan di sungai. Sehingga pemerintah mudah dalam penanganannya.
“Mari kita jaga sungai terhadap sampah, jadi jangan abai, karena pemerintah tidak bisa menangani sendiri, ” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

