31 C
Kudus
Senin, Juli 22, 2024

Ganjar Sebut Produktivitas Padi di Jateng Rata-Rata Hanya 5,6 Ton Sehektare

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendorong benih beras varietas Rojolele Srinuk segera diedarkan untuk meningkatkan produksi padi daerah. Varietas yang dikembangkan Pemkab Klaten bersama Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) itu memiliki keunggulan masa panen singkat, tahan penyakit dengan rasa dan tekstur yang pulen.

“Jadi benih Srinuk yang bagus itu segera diedarkan. Kalau itu masuk dalam kategori yang unggul dan menarik, kenapa tidak untuk kita pakai,” kata Ganjar usai Rapat Koordinasi Evaluasi Produk Tanaman Pangan dan Hortikultura di Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (14/2/2023).

Berdasarkan data Distanbun Jateng, produktivitas pertanian untuk tanaman padi berada di kisaran 5,6 ton per hektare. Menurut Ganjar, ini mesti ditingkatkan agar capaian Jateng sebagai provinsi dengan lumbung beras nasional tetap terjaga.

-Advertisement-

Baca juga: Harga Jual Saat Ini Capai Rp14.500 Sekilo, Rojolele Srinuk Kini Jadi Primadona Petani

“Kalau kita bicara produktivitas, ya tantangan kami masih berat. Ditambah sekarang perubahan iklim memang membikin situasi pertanian kita berubah, apakah itu penyakit, apakah kemudian kualitas, dan sebagainya,” kata Ganjar.

Dalam upaya meningkatkan produktivitas padi ini, Ganjar juga akan berkomunikasi ke para petani terkait pola tanam masing-masing agar luas panennya merata. Ganjar pun berencana menggabungkan pupuk urea dan organik sebagai bahan produksi padi.

“Urea untuk kebutuhan kami itu 1.004.750,89 ton, ini kebutuhannya. Alokasi yang bisa diberikan kepada kami 74,05 persen. Artinya kami memang kurang untuk urea. Maka apa yang mesti kami lakukan? Di beberapa tempat mulai kami dorong untuk gabungkan dengan pupuk organik,” kata Ganjar.

Ganjar berharap, stok beras Jateng semakin melimpah dengan peningkatan produktivitas pertanian ini. Ganjar pun akan mengontrol langsung hasil panen padi ke daerah-daerah di Jateng.

Baca juga: Beras Srinuk Asal Klaten Ini Punya Masa Tanam Pendek dan Kualitas Lebih Baik dari Rojolele

“Saya akan cek lagi ke beberapa daerah yang kemarin sudah panen, agar kemudian masyarakat bisa tahu, cadangannya bisa kami pantau termasuk di bakul-bakul,” pungkas Ganjar.

Rojolele Srinuk telah mendapatkan SK pelepasan dari Kementerian Pertanian (Kementan) dengan nomor 481/HK.540/C/10/2019. Selain itu, merk ini juga telah mendapat Hak Pelindungan Varietas Tanaman (PVT) dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPT) Kementan nomor 00551/PPVT/S/2022.

Sebagai informasi, Jateng juga memiliki program Peningkatan Indeks Pertanaman. Dengan program itu, luas panen di Jateng juga naik 1,79 persen dibanding pada 2020. Mulanya hanya sekitar 1,67 juta hektare menjadi 1,70 juta hektare pada 2021 dan terus meningkat pada 2022.

Editor: Ahmad Muhlisin

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER