31 C
Kudus
Minggu, Juli 21, 2024

Gabungan Ranking 1 Ancam Gugat Tes Ulang Seleksi Perades

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah peserta seleksi perangkat desa (perades) di Kudus yang memperoleh ranking satu mengancam akan menggugat jika tes ulang dilakukan. Para peserta yang tergabung dalam Gabungan Ranking (Garank) 1 itu menilai, tes ulang hanya bisa dilakukan jika ada peserta yang memperoleh nilai tertinggi sama dalam tes seleksi.

“Pasti akan kami gugat. Sesuai PKS (Peraturan Kerja Sama) tes seleksi pengisian perades, ujian ulang hanya berlaku untuk nilai tertinggi sama. Tidak ada yang lain,” ujar koordinator Garank 1, Teguh Santoso ketika dihubungi melalui sambungan telepone, Jumat (24/2/2023).

Pria yang akrab disapa Teguh itu mengingatkan, ujian ulang seleksi pengisian perades sudah ada regulasi hukumnya. Dirinya meminta kepada pihak-pihak tertentu, tidak mendorong dilakukannya tes ulang karena asumsi.

-Advertisement-

Baca juga: DPRD Kudus dan Panitia Sepakat Tes Seleksi Perades Diulang, Tapi…

“Semua tahapan pelaksanaan pengisian perades itu sudah ada peraturan jelasnya. Sepanjang aturannya tidak dibatalkan dan masih berlaku, kita jalan terus,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, seleksi pengisian perades yang dilaksanakan Universitas Padjadjaran (Unpad) menggunakan metode Tes Computer Assisted Test (CAT) dinilai gagal oleh banyak peserta tes. Bahkan, dalam audiensi yang dilakukan pihak Unpad dan DPRD Kudus, Unpad dianggap melakukan wanprestasi. Para peserta yang kecewa menuntut tes ulang dilakukan.

Teguh merupakan peserta tes seleksi perades yang diselenggarakan pada 14 Februari 2023 lalu. Dirinya ikut tes untuk bisa mengisi jabatan Sekretaris Desa (Sekdes) di Desa Undaan Kidul, Kecamatan Undaan. Dalam tes tersebut, Teguh mendapat nilai tertinggi.

Bagi Teguh, jika dasar dilakukannya tes ulang karena Unpad dianggap mengaku melakukan wanprestasi, dirinya tak setuju. Menurutnya, Unpad tidak secara gamblang mengakui telah melakukan wanprestasi.

“Saya melihat Unpad tidak secara eksplisit mengakui wanprestasi. Karena sebenarnya yang memutuskan status hukum wanprestasi itu putusan pengadilan,” jelasnya.

Baca juga: Unpad Akui Wanprestasi, Begini Nasib Peraih Nilai Tertinggi Seleksi Pengisian Perades di Kudus

Terkait dengan tak ada realtime hasil tes seleksi yang dilaksanakan Unpad yang dinilai tak sesuai PKS, Teguh mengatakan itu tidak sertamerta membatalkan hasil seleksi. Sebab, dalam PKS tidak disebutkan adanya ujian ulang.

“PKS itu perjanjian perdata antara pihak ketiga dan panitia desa. Seleksi pengisian Perades yang sudah berjalan sesuai Perbup dan SK Bupati ini kan ranahnya hukum tata negara, administrasi negara. Jadi tidak ada dalam PKS itu penyelanggaraan ujian ulang. Kalau Unpad dianggap wanprestasi, silahkan panitia menuntut ganti rugi,” tegasnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER