BETANEWS.ID, SOLO – Stadion Manahan Solo akan jadi venue final Piala Dunia U-20 pada 11 Juni 2023. Pemilihan Solo sebagai penyelenggara Closing Ceremony FIFA U-20 World Cup Indonesia 2023 merupakan permintaan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Ajang yang berlangsung pada 20 Mei hingga 11 Juni 2023 itu akan dihelat di enam kota, yaitu Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, Palembang, dan Bali.
“Kita jadi tuan rumah final (Piala Dunia U-20), seneng banget saya. Kalau Pak Menpora (Zainudin Amali) sudah mengatakan ya sudah. Mau saya sembunyikan dulu,” ujar Gibran saat ditemui di Balai Kota Solo, Senin (13/2/2023).
Baca juga: Di Hadapan Gibran, Airlangga Puji Peran Strategis Solo dalam Perekonomian Nasional
Alasan Gibran mengajukan Solo sebagai venue final karena sudah berpengalaman menjadi tuan rumah pada ajang internasional seperti ASEAN Para Games XI 2022.
“Ya seharusnya dibagi, jangan di SUGBK terus. Solo ya beberapa kali jadi tuan rumah sukses semua. Tolong disampaikan ke warga, final piala dunia di Solo,” kata dia.
Untuk mempersiapkan final dan closing ceremony, Gibran akan selalu berkoordinasi dengan Wishnutama Kusubandio yang bertanggungjawab meng-handle kegiatan opening dan closing ceremony itu.
Baca juga: Antusiasme Suporter Tinggi, Menpora Yakin Piala Dunia U-20 Akan Sukses Digelar di Stadion Manahan
“Tunggu Pak Wisnutama ya. Minggu-minggu ini ke Solo. Nanti band-bandnya siapa saja, tanya beliau,” beber suami suami Selvi Ananda itu.
Segala persiapan juga telah dilakukan Gibran, seperti menyiapkan beberapa venue utama maupun pendukung, di antaranya adalah Stadion Manahan, Sriwedari, Lapangan Kota Barat, Banyuanyar dan Sriwaru yang akan rampung direvitalisasi pada bulan depan.
Diketahui, ke lima lokasi tersebut mulai diperbaiki sejak 16 Januari 2023 lalu. Oleh sebab itu, venue-venue tersebut tidak dapat digunakan hingga penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2023 selesai.
Editor: Ahmad Muhlisin

