BETANEWS.ID, SOLO – FIFA kembali mengecek persiapan Stadion Manahan Solo yang akan jadi venue Piala Dunia U-20, Jumat (25/2/2023). Peninjauan itu dihadiri Venue Manager Sunny Kohli dan Thomas, dengan didampingi Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Solo, delegasi dari PSSI, dan Kementerian PUPR.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Rini Kusumandari mengungkapkan, kedatangan mereka untuk meninjau progres beberapa renovasi di stadion. Pengerjaan itu ada yang sudah rampung ada yang masih berjalan.
“Kalau yang sampai sekarang ini, kan gerbang sudah mulai jadi, terus toilet juga sudah mulai jadi, pembuatan tangga juga sudah jadi, tinggal rumput,” katanya.
Baca juga: Final Piala Dunia U-20 Akan Digelar di Stadion Manahan Solo, Ternyata Gibran yang Minta
Untuk pengerjaan rumput, Rini mengatakan aka dilakukan pada pertengahan Maret. Nantinya, rumput di Stadion Manahan akan disulam dengan menggunakan mesin khusus.
“Lampu penerangan stadion sudah ada, dayanya juga sudah kita penuhi. Hanya pemasangan CCTV. Kemarin ada titik yang harus diubah, sudah progres separuh 50 persen. Hanya tinggal lampu penerangan yang ada di luar,” lanjutnya.
Sejumlah fasilitas juga telah ditambahkan, seperti pembagian toilet pria dan wanita untuk penonton, serta penambahan toilet untuk difabel.
Pada lapangan-lapangan pendukung, Rini juga mengungkapkan bahwa perbaikan terus dilakukan, seperti pelengkapan fasilitas serta rumput lapangan juga diperhatikan.
Baca juga: Antusiasme Suporter Tinggi, Menpora Yakin Piala Dunia U-20 Akan Sukses Digelar di Stadion Manahan
“Kota Barat tinggal nunggu rumputnya tumbuh lalu tahapan top grass begitu juga di lapangan pendukung lain,” katanya.
Rini mengaku optimis seluruh pekerjaan bisa diselesaikan sesuai target, yakni pada akhir Maret 2023, sehingga penyelenggaran Piala Dunia di Solo dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala.
“Optimis siap di hari H, optimis lah ya. Kita harus konsekuen lah, sebagai salah satu tuan rumah untuk nanti, jadi harus optimis pastinya,” tegasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

