BETANEWS.ID, KUDUS – Didik Hadi Saputro, Ketua LSM Bimantara mengadukan persoalan seleksi perangkat desa yang disebutnya banyak kejanggalan kepada DPRD Kudus, Jumat (17/2/2023). Bersama dengan beberapa peserta seleksi perangkat desa, ia menemui Ketua DPRD Kudus Masan.
Pada kesempatan itu, Didik menyampaikan beberapa kejanggalan dalam proses pengisian Perades yang tidak sesuai dengan perbup dan tidak sesuai dengan perjanjian kerja sama dari pihak perguruan tinggi dengan peserta.
Baca juga: Banyak Keluhan Terkait Seleksi Perades, Bupati Kudus: ‘Kalau Memang Harus Diulang, ya Monggo’
“Jujur ini masalah persiapan sebenarnya, hingga banyak kejanggalan yang terjadi. Mulai peserta yang tidak hadir dapat nilai, ada peserta hadir tidak dapat nilai, yang seharusnya dalam perjanjian kerja sama itu harus real time ternyata masih menunggu selama 2 jam,” bebernya kepada Betanews.id, Jumat (17/2/2023).
Pihaknya juga menyampaikan, jika tes seleksi itu kurang persiapan yang begitu matang. Sehingga menjadikan polemik dalam seleksi pengisian perangkat desa tersebut. Didik menegaskan, akan mencari dan menemukan dalang atau aktor intelektual yang mengarahkan beberapa desa untuk bekerja sama dengan Universitas Pajajaran (Unpad).
“Ini yang harus kita temukan, ada apa sebetulnya. Padahal di Kudus notabanenya ada tiga universitas besar loh, UMK, UMKU, serta IAIN. Ketiga universitas ini sudah dipakai beberapa tempat, kenapa yang Kudus sendiri, Pemda Kudus sendiri kok malah tidak percaya dengan ketiga universitas itu,” terangnya.
Pihaknya berharap supaya DPRD Kudus menindaklanjuti terkait kejanggalan yang ada pada seleksi pengisian perangkat desa.
Baca juga: Ketua DPRD Kudus Geram Sikapi Pelaksanaan Seleksi Perades yang Dinilai Tidak Profesional
Ketua DPRD Kudus Masan menambahkan, pihaknya akan berencana mengundang beberapa pihak seperti Dinas PMD, Komisi A DPRD Kudus, panitia penyelenggara, kepala desa, perwakilan peserta yang melakukan sanggahan, dan pihak Unpad.
“Kita (DPRD) Kudus sudah mengagendakan untuk mengundang beberapa pihak, rencana hari Rabu, tapi nanti saya konfirmasi ke Unpad terlebih dahulu, biar nanti kapan bisanya. Biar nanti kami bisa memfasilitasi apa yang menjadi keluhan masyarakat tentang proses pengujian perades ini,” tambahnya.
Editor: Kholistiono

