BETANEWS.ID, JEPARA – Hujan yang mengguyur Jepara seperti tak menyurutkan beberapa orang untuk mendatangi Warung Sego Pincuk di di Jl Seokarno Hatta Km 05, Desa Tahunan RT 04 RW 03, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Di sana, mereka dilayani oleh Muhammad Zafaruddin (45), pemilik warung, dengan ramah.
Pagi itu, warungnya memang cukup sepi karena hujan seperti enggan mandek. Namun, di hari-hari lain saat cuaca sedang cerah, tempat tersebut selalu ramai oleh warga yang ingin mencari sarapan yang murah dan enak.
Menurut Zafar, sego pincuk merupakan kuliner berisi nasi, gudeg, sambal krecek, sambal goreng tahu, suwiran ayam, telur bacem, dan sambal. Yang berbeda, menu itu ia sajikan dalam wadah anyaman bambu berbentuk pincuk yang dilapisi dengan kertas minyak dan daun pisang.
Baca juga: Pertama di Kudus, Mencicipi Gurihnya Sate Taichan Goreng di Kedai Sukiyatai
“Awalnya dari saudara ada yang nikah, mau menu yang berbeda supaya menarik tamu. Muncul ide nasi pincuk, karena peminatnya banyak akhirnya kita buka,” cerita Zafar saat ditemui di warungnya, Kamis, (16/02/2023).
Satu porsi sego pincok dihargai Rp10 ribu untuk lauk satu telur bacem utuh dan Rp8.500 jika telurnya hanya setengah. Bagi pecinta kuliner dengan cita rasa bumbu dan rempah yang pekat, Sego Pincuk ini buka mulai pukul 6.00 sampai 11.00 WIB.
Selain menjual sego pincuk, Zafar bersama istrinya Kholidah Fajriyah (42) juga menerima pesanan katering seperti kwetiaw, capcay, serta bongko ambyar, hidangan pembuka saat puasa khas dari kota gresik, yang lebih dikenal dengan bongko kopyor.
Baca juga: Kedaimu, Resto Baru di Kudus yang Sajikan Makanan Ndeso Secara Prasmanan
Menurutnya, bongko ambyar ini berisi pisang, roti, bubur mutiara, kelapa muda, nangka, yang kemudian disiram dengan kuah santan. Ketika dimakan semua isian tersebut menyatu, atau istilahnya disebut dengan ambyar.
“Yang sekarang lagi diminati juga itu bongko ambyar. Karena kita juga menerima pesanan. Kayak sego pincuk itu kadang juga gudegnya minta diganti rebung, labu siam. Sesuai permintaan pembeli kita layani,” tambahnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

