BETANEWS.ID, KUDUS – Akses jalan yang menghubungkan antara Kabupaten Demak dan Kabupaten Kudus di Bendung Wilalung tampak di tutup lantaran di jembatan bendung tersebut tergenang air. Debit air yang begitu tinggi membuat Bendung Wilalung terlihat air yang memenuhi tanggul di sana.
Koordinator lapangan Bendung Wilalung Heri Bangkit Setyadi mengatakan, saat ini kondisi Bendung Wilalung masih tinggi, namun untuk debit air yang mengalir dari hulu sudah menurun. Menurutnya, per pukul 9.00 WIB Selasa (10/1/2023) debit air di Bendung Klambu di angka 710m³/detik.

Baca juga: Pintu Air Bendung Wilalung ke Sungai Juwana Dibuka, Desa di Sepanjang Aliran Harap Waspada
“Untuk saat ini kondisi di Bendung Wilalung menunjukkan penurunan. Meski begitu saat ini untuk akses jalan dari Demak ke Kudus maupun sebaliknya ditutup sementara waktu karena jembatan terendam air yang tentu bisa membahayakan bagi pengguna jalan,” bebernya saat ditemui Selasa (10/1/2023).
Penutupan akses jalan itu, kata Heri, dilakukan sejak Senin (9/1/2023) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Menurutnya, penutupan itu hanya sementara waktu, dan nantinya setelah jembatan bendung sudah tidak terendam air akan dibuka kembali.
“Kalau untuk elevasi walking tanggulnya itu 215 sentimeter dengan tinggi jagaan 15 sentimeter. Alhamdulillah sampai saat ini debit air semakin menunjukan penurunan,” tuturnya.
Lantaran debit air sudah menunjukkan penurunan, lanjutnya, saat ini di Bendung Wilalung juga menurunkan bukaan dari semula yang dibuka hingga 30 sentimeter, kini bukaan di pintu nomor 8 yang mengarah Sungai Juwana menyisakan 8 sentimeter saja.
Baca juga: Waspada! Debit Air Bendung Wilalung Capai 813 M³/Detik, Jam 3 Sore Pintu Arah Pati Dibuka
“Untuk debit air 710m³/detik harusnya pintu yang mengarah ke Sungai Juwana di tutup total. Namun karena ada kendala tekanan air dan pintu sulit untuk menutup total, kini tinggi bukaan pintu masih tersisa 8 sentimeter,” terangnya.
Untuk diketahui saat ini, debit air di Bendung Klambu semakin menurun. Per pukul 13.00 WIB tadi, debit air di angka 639.800m³/detik. Sementara untuk elevasi walking tanggul di Bendung Wilalung 218 sentimeter.
Editor: Kholistiono

