BETANEWS.ID, KUDUS – Sudah hampir dua pekan banjir melanda Kabupaten Kudus. Saat ini di beberapa titik lokasi banjir mulai berangsur surut. Namun, untuk jumlah pengungsi bisa dikatakan masih tetap, yakni 1.074 jiwa.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Mundir mengatakan, saat ini banjir mulai surut di beberapa lokasi. Namun, di lokasi lainnya ketinggian banjir stagnan.
Baca juga: Dua Pekan Mengungsi, Korban Banjir di Kudus Mengaku Jenuh
“Banjir yang surut di Kecamatan Jati dan Kaliwungu. Namun, banjir di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan masih stag,” ujar Mundir kepada Betanews.id, Rabu (11/1/2023).
Mundir mengatakan, sekitar 12 hari bencana banjir ada 13.749 kepala keluarga (KK) yang terdampak dari 30 desa di Kabupaten Kudus. Sementara orang yang terdampak banjir ada 43.020 jiwa.
“Untuk jumlah pengungsi ada 421 KK dan 1.074 jiwa. Sedangkan area persawahan yang terendam banjir ada 7.786 hektare,” ungkapnya.
Meski banjir mulai surut, kata dia, pengungsi korban banjir masih cukup banyak. Sebab, banjir surutnya tak begitu signifikan.
“Beberapa titik mulai surut antara lima sampai 10 sentimeter. Oleh karenanya masih banyak rumah warga yang terendam banjir. Sehingga mereka masih di pengungsian dan belum bisa pulang ke rumahnya,” bebernya.
Sementara itu, salah satu pengungsi korban banjir di Balai Desa Jati Wetan yakni Kuswati mengaku banjir yang menggenangi rumahnya memang sudah surut. Namun surutnya tidak signifikan.
Baca juga: 10 Hari Banjir Kudus, Hartopo Sebut Persediaan Logistik di Posko Pengungsian Mulai Menipis
“Sudah surut, tapi rumahku masih tergenang sekitar 50 sentimeter. Sehingga saya dan keluarga belum bisa pulang,” ujar warga Dukuh Gendok, Desa Jati Wetan tersebut.
Kuswati berharap, banjir segera surut agar ia dan keluarganya bisa segera bisa pulang ke rumahnya. Sebab ia sudah jenuh di pengungsian.
“Sudah jenuh di pengungsian. Harapannya, banjir segera surut dan bisa pulang ke rumah,” harapnya.
Editor: Kholistiono

