BETANEWS.ID, KUDUS – Ada sekitar 3.401 hektare tanaman padi di Kabupaten Kudus yang dinyatakan puso akibat banjir. Dari jumlah tersebut, yang terdaftar dalam Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) ada 417 hektare.
Kabid Tanaman Pangan dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Dewi Masitoh mengatakan, pada musim tanam (MT) 1 ini, area sawah yang ditanami padi kurang lebih 11.050 hektare. Dari jumlah tersebut yang tergenang banjir kurang lebih ada 3.700 hektare.
“Sementara tanaman padi yang dinyatakan puso ada 3.401 hektare. Sedangkan yang terdaftar asuransi ada 417 hektare,” ujar perempuan yang akrab disapa Masitoh kepada Betanews.id, Rabu (18/1/2023).

Masitoh mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang mengajukan klaim asuransi bagi petani yang tanaman padinya puso dan ikut dalam program AUTP. Dari jumlah 417 hektare tersebut, pihaknya sudah mengajukan klaim ke perusahaan asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).
“Dari yang kami ajukan tersebut, yang sudah dinyatakan lolos verifikasi klaim asuransi ada 101 hektare tanaman padi. Sementara sisanya masih proses verifikasi klaim kelayakan asuransi,” bebernya.
Dia menuturkan, verifikasi klaim kelayakam tanaman padi puso dilakukan langsung oleh pihak Jasindo dengan didampingi petugas Dispertan Kudus. Tanaman padi dinyatakan puso jika 75 persen atau lebih rusak dan gagal panen.
“Nantinya tanaman padi puso dan lolos verifikasi akan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 6 juta per hektare. Nominal itu memang ganti modal tanam bukan ganti nilai potensi kerugian,” ungkapnya.
Pihaknya akan berusaha agar klaim asuransi tersebut itu bisa cair sesegera mungkin. Agar bisa digunakan para petani untuk modal tanam lagi di MT berikutnya.
Baca juga: Ratusan Hektare Tanaman Padi di Undaan Lor Gagal Panen Gegara Banjir, Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar
“Akan kami usahakan agar klaim asuransi tanaman padi puso di kudus bisa segera cair. Agar bisa digunakan modal tanam lagi oleh para petani,” jelasnya.
Selain megupayakan klaim asuransi tanaman padi puso yang ikut program AUTP, Dispertan Kudus juga akan mengajukan bantuan dampak perubahan iklim (DBK) ke Kementerian Pertanian bagi para petani yang tanaman padinya puso tapi tak ikut asuransi.
“Bagi petani yang tanaman padinya puso dan tak ikut asuransi kami ajukan bantuan ke Kementan. Bantuannya nanti berupa benih padi 25 kilogram per hektare,” imbuhnya.
Editor: Kholistiono

