BETANEWS.ID, SEMARANG – Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya (DPU BMCK) Jawa Tengah mengebut perbaikan jalan rusak di beberapa kabupaten/kota. Salah satu ruas jalan yang diperbaiki adalah Jalan Kaligawe Raya Semarang yang merupakan jalan nasional.
Kepala DPU BMCK Jateng Hanung Triyono mengatakan, saat ini pihaknya sudah bergerak melakukan proses penambalan jalan setelah banjir surut. Pihaknya pun telah melakukan perhitungan bersama seluruh pihak terkait dalam perbaikan ruas jalan nasional tersebut.
“Kemarin itu Pak Menteri (Menteri PUPR) meminta untuk dipompa semua dulu. Setelah kering segera kita perbaiki. Sudah dilakukan assessment bahkan di seluruh Jawa Tengah sudah dihitung. Ada kerugian-kerugian akibat banjir dan juga ada ruas-ruas tertentu yang sudah ada pemenang kontraknya,” ungkapnya saat dihubungi, Kamis (05/01/23).
Baca juga: Jadi Langanan Banjir, Pakar Lingkungan Sebut Pemkot Semarang Kurang Perhatikan Peringatan BMKG
Hanung menambahkan, perbaikan jalan akibat banjir di ruas jalan nasional dilakukan bersama beberapa dinas terkait, yaitu Balai Besar Pelaksana Jalan Jateng-DIY, DPU BMCK Jateng, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, hingga BBWS Pemali Juwana.
Ia pun menjelaskan, perbaikan jalan ini sudah masuk pada lingkup rekontruksi Tahun Anggaran 2022 sampai dengan 2024, dengan total anggaran Rp193 Miliar.
“Segmen KM 5 sampai KM 500 atau jembatan pelayaran sampai dengan KM 6 sampai KM 700 atau Genuk. Sudah masuk ke lingkup rekonstruksi TA 2022 sampai dengan 2024, baru kontrak 22 Desember 2022 lalu. Ada ruas Semarang, Demak, Trengguli Jepara dan Kudus nilainya Rp193 miliar,” bebernya.
Baca juga: Ketinggian Ombak Capai 4 Meter, Nelayan Jateng Diimbau Tak Melaut
Hanung mangaku tidak ada target rampung dalam perbaikan atau penambalan jalan rusak ini. Namun, pihaknya menyiapkan untuk Januari hingga Februari nanti. Pasalnya, ia berharap pada hari Raya Idul Fitri nanti perbaikan sudah ada hasil yang terlihat.
“Sudah berproses semuanya, tidak ada target harus selesai besok terus berhenti tidak, tapi terus secara stimultan jadi semuanya bekerja ada jalan rusak tambal begitu terus sambil menunggu pekerjaan efektifnya,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

