BETANEWS.ID, KUDUS – Pintu buangan air ke Sungai Wulan yang ada di Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kabupaten Kudus sudah dibuka. Banjir di Kecamatan Jati pun berangsur surut.
Terlihat Jalan Kudus-Purwodadi di Desa Tanjungkarang tampak sudah banyak yang surut. Hanya di depan Toko Ijo saja yang masih terendam, itu pun hanya lima sentimeter saja.
Pemandangan sama juga tampak di Jalan Pantura depan Terminal Jati Kudus. Genangan air di lokasi tersebut pun mulai surut. Meski demikian, terminal masih belum dibuka karena masih tergenang sekitar 30 sentimeter.

Baca juga: Sudah Dua Pekan Banjir di Tanjungkarang Kudus Tak Kunjung Surut, Ratusan Warga Masih Mengungsi
Menurut salah satu warga Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus yakni Nur Wahyudi mengatakan, sudah dua pekan rumahnya kebanjiran setinggi 1,2 meter, sehingga ia dan keluarganya harus mengungsi. Namun, hari ini ia lega, sebab pintu buangan air ke Sungai Wulan sudah bisa dibuka.
“Lega ini mas, pintu air buangan ke Sungai Wulan sudah dibuka. Berarti dua atau tiga hari lagi, banjir di Dukuh Tanggulangin akan segera tuntas dan kami bisa pulang ke rumah,”ujar Wahyudi kepada Betanews.id, Jumat (13/1/2023).
Sementara itu, Kepala Desa Jati Wetan yakni Agus Susanto membenarkan, bahwa pintu buangan air ke Sungai Wulan sudah dibuka semalam sekira pukul 19.30 WIB. Hal tersebut dikarenakan debit air Sungai Wulan yang sudah turun drastis.
“Dengan dibukanya pintu buangan air ke Sungai Wulan ini jadi kabar baik. Sebab, dua atau tiga hari lagi banjir di desa kami akan segera surut,” ujarnya.
Untuk menuntaskan banjir di desanya, butuh sekitar dua atau tiga hari. Sebab, tiga dukuh di desanya yakni Barisan, Gendok dan Tanggulangin itu daerah cekungan. Sehingga yang akan surut lebih dulu itu desa sekitar, di antaranya Tanjungkarang, Jetiskapuan dan lainnya.
“Air banjir di desa kami ini sudah surut sekitar 30 sentimeter. Untuk benar-benar tuntas butuh waktu dua atau tiga hari lagi,” tandasnya.
Baca juga: Ribuan Hektare Lahan Padi di Kudus Terendam Banjir, Kerugian Ditaksir Capai Rp50 Miliar
Dia mengungkapkan, meski sudah surut tapi jumlah pengungsi di Balai Desa Jati Wetan masih tetap, 275 jiwa. Karena, warga belum mau pulang jika akses dan rumah mereka masih tergenang.
“Semoga debit air Sungai Wulan tidak naik lagi. Sehingga banjir di desa kami segera surut dan para pengungsi bisa pulang ke rumahnya masing-masing,” harapnya.
Editor: Kholistiono

