31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Tumbuhkan Minat Baca Anak Melalui Pertunjukan Wayang Golek

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan anak-anak terlihat menari di jalan Alun-Alun Kudus, tepatnya sebelah barat Ramayana. Setelah menari, kemudian mereka duduk dan membaca buku yang diambilnya dari dua mobil. Di antara mereka, tampak seorang pria memainkan wayang golek dengan diiringi musik gamelan seadanya.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpusatakaan Daerah (Dinarpusda) Kabupaten Kudus. Tujuannya tak lain untuk memantik minat baca terhadap anak-anak.

Anak-anak terlihat memilih buku untuk dibaca. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga: Pemkab Kudus Mantapkan Penggunaan Aplikasi Srikandi untuk Kearsipan

-Advertisement-

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinarpusda Kudus Sancaka Dwi Supani mengatakan, Perpusda Kudus punya dua perpustakaan keliling yang mempunyai program literasi yakni gerakan membudayakan membaca. Hal ini dilakukan setiap Minggu ketika ada acara Car Free Day (CFD) dan di Balai Jagong.

“Namun untuk hari ini, dua mobil perpustakaan keliling kami bawa ke Alun-alun semua. Sebab, kami mengadakan pertunjukan wayang golek dan seni tari untuk memantik minat baca masyarakat pengunjung CFD,” ujar pria yang akra disapa Pani kepada Betanews.id,

Pustakawan Dinarpusda Kudus Ninik Mustika menambahkan, untuk menggeliatkan minat baca masyarakat yang mulai luntur, terutama anak-anak, sosialisasinya memang dibikin semenarik mungkin. Saat ini, pihaknya menggunakan media seni wayang golek dan seni tari.

“Kebetulan di Dinarpusda Kudus juga ada kelas tari. Jadi para siswanya kita ajak latihan tari di acara CFD. Tujuannya untuk menarik perhatian pengunjung hingga mau datang ke perpustakaan keliling,” bebernya.

Baca juga: Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kudus Raih Penghargaan Tingkat Nasional

Dia mengungkapkan, perpustakaan keliling Kudus ada dua. Masing-masing membawa sekitar 500 sampai 600 buku bacaan. Terdiri dari buku, dongeng, sejarah, edukasi dan lain sebagainya.

“Kita harus terus membudayakan gemar membaca, terutama untuk para generasi muda dan anak-anak. Sebab, membaca adalah jendela dunia. Membaca adalah literasi dasar bagi anak-anak,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER