BETANEWS.ID, KUDUS – Progres Revitalisasi Taman Menara Kudus saat ini sudah 65 persen. Tampak perbedaan yang mencolok antara Taman Menara dulu dan setelah direvitalisasi. Masjid Madureksan dan Menara Kudus yang dulu tak tampak dari Jalan Raya karena terhalang berbagai bangunan, kini pun bisa terlihat.
Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kudus Jadmiko Muhardi Setiyanto mengatakan, revitalisasi ini untuk mengembalikan karakter Kawasan Taman Menara. Sebab, Taman Menara termasuk dalam kawasan religi Menara Kudus yang merupakan ikon Kabupaten Kudus.

Baca juga: Tukang Ojek Tetap Mangkal di Taman Menara Meski Revitalisasi Sudah Berjalan
“Lihatlah setelah dibangun, elemen Kawasan Menara Kudus terpampang dengan megah. Pohon beringin, Masjid Madureksan, Taman Menara bisa terlihat kemegahannya dari Jalan Raya. Berbeda dengan dulu, Masjid Madureksan dan Menara Kudus tertutup bangunan kios,” ujar Jadmiko kepada awak media, ketika meninjau pembangunan Taman Menara, Jumat (16/12/2022).
Tak hanya itu, jika dilihat dari kejauhan maka Masjid Madureksan, Menara Kudus serta Klenteng Hok Ling Bio akan terlihat berdampingan. Hal tersebut mempunyai filosofi, bahwa Kudus itu dibangun dengan sikap toleransi antarumat beragama.
“Sikap toleransi itulah yang diajarkan oleh Sunan Kudus dalam membangun. Hal itulah yang ingin diadopsi Pemkab Kudus untuk pengembangan Kawasan Menara ini,” bebernya.
Dia mengatakan, revitaliasai Taman Menara Kudus menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 671 juta. Anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Belanja Pendapatan Daerah (APBD) Kudus tahun 2022.
Baca juga: Revitalisasi Taman Menara Kudus Diklaim Akan Berikan Banyak Manfaat ke Warga
“Progres pembangunan Taman Menara ini sudah 65 persen. Sesuai kontrak, revitalisasi Taman Menara akan selesai pada tanggal 26 Desember 2022,” ungkapnya.
Dengan pekerjaan yang kurang hanya pemasangan paving blok, Jadmiko meyakini, revitalisasi Taman Menara Kudus bisa selesai tepat waktu. Kendalanya kemungkinan pada pengiriman paving bloknya yang didatangkan dari lain daerah.
“Di Taman Menara Kudus ini menggunakan paving blok bermotif dan didatangkan dari wilayah Jawa Barat. Mungkin kendalanya hanya di pengirimannya saja,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

