BETANEWS.ID. KUDUS – Gelaran Kudus UMKM Expo yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnakerperinkop dan UKM) Kudus sudah berakhir, Senin (19/12/2022). Namun, pameran yang digelar selama tiga hari itu dikeluhkan beberapa pelaku usaha yang mengikuti acara tersebut.
Salah satu yang mengeluh adalah Ahmad Amin. Pemilik Produk Inuk-Inuk Unik itu mengaku selama ikut Kudus UMKM Expo penjualan produknya masih sangat kurang.
“Penjualan masih sangat kurang untuk sekelas expo. Untungnya hari kedua itu barengan dengan Car Free Day (CFD) sehingga bisa tertolong. Untuk penjualan produknya bisa jadi lumayan,” ujarnya, Senin (19/12/2022).
Baca juga: Nilai Transaksi Kudus UMKM Expo Capai Rp194 Juta, Produk Kerajinan Paling Laris
Dia berharap, kelak ketika ada expo lagi, Pemerintah Kabupaten Kudus mencari solusi untuk mendatangkan pengunjung, tanpa adanya CFD . Sebab, menurutnya, Kudus UMKM Expo ini bisa dikatakan sepi pengunjung.
“Mungkin dari dinas terkait minimal itu mengunjungi stand yang ada. Sehingga mereka tahu kelemahannya di mana, dan dinas tersebut bisa memperbaikinya digelaran expo selanjutnya,” ungkapnya.
Baca juga: Ganjar Pamer Strategi Majukan UMKM di Hadapan Sandiaga Uno
Hal senada juga diungkapkan oleh owner Batik Gentamas Dasa Genta. Dia mengatakan, dengan adanya expo ini sebenarnya sudah baik, sebab standnya gratis. Namun, alangkah baiknya, jika semua instansi dan tiap sekolah di Kabupaten Kudus itu didatangkan ke lokasi expo agar ramai seperti pada gelaran-gelaran tahun sebelumnya.
“Ramainya pasa ada CFD yang ada senam bareng itu. Pas acara itu kami bisa menjual beberapa produk. Dua batik tulis laku terjual, tapi selepas itu sepi,” bebernya.
Editor: Ahmad Muhlisin

