31 C
Kudus
Sabtu, Februari 4, 2023
BerandaUMKMPermintaan Wingko Babat...

Permintaan Wingko Babat di Semarang Alami Kenaikan, Sehari Bisa Produksi Tiga Kali

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pada momen liburan Natal dan Tahun Baru, rumah produksi Wingko Babat Pak Lis yang berlokasi di Jalan Satria, Semarang Utara, Semarang mengalami peningkatan.

Suliman, Pemilik Wingko Babat Pak Lis menyebut, kalau dibandingkan liburan Nataru tahun lalu, kali ini jumlah produksinya sedikit meningkat.

“Ada peningkatan, tapi tidak sebanyak kalau pas liburan Hari Raya Idul Fitri. Kalau Nataru ini kan momennya sebentar cuma lewat, jadi peningkatanya sedikit cuma 30 persen. Tapi Alhamdulillah ada peningkatan, tidak seperti tahun kemarin, kemarin masih sepi,” katanya.

Baca juga: Cerita Owner Wingko Babat Pak Lis, Awalnya Hanya Berjualan Keliling dengan Sepeda

“Mulai ramai itu sekitar tanggal 20-an, yang biasanya produksi tiga ribu wingko, sekarang hari biasa bisa 5 ribu dan khusus Sabtu sama Minggu bisa sampai 10 ribu pcs,” tambahnya.

Karena ada peningkatan, Suliman mengaku, untuk kegiatan produksi pun kini bertambah. Jika biasanya sehari dua kali, sekarang menjadi 3 kali.

“Produksinya kalau ramai bisa sampai 3 kali, soalnya kadang sore ada pesanan dadakan, karena distibutor maunya yang fresh yang masih hangat. Mulai produksi mulai jam 07.30 sampai sore,” akunya.

“Yang ngambil banyak, ada yang dari toko oleh-oleh sampai penjual pinggiran yang biasanya jual di sepanjang Jalan Pandanaran,” katanya.

Suliman pun melanjutkan, adapun kelebihan wingko babat buatanya yang membuat produknya bisa bertahan hingga sekarang, yakni dengan menggunakan bahan-bahan berkualitas serta cara yang masih tradisional.

“Yang membuat masih bertahan dari tahun 1973 sampai sekarang, karena saya masih menggunakan cara tradisional, baik untuk mengaduk adonan, mencetak, dan mengoven. Dulu pernah coba pakai mesin, tapi terlalu lembek hasilnya, jadi ya sudah saya menggunakan cara kuno lagi,” katanya.

Baca juga: Wingko Menoro yang Dijual Anget-Anget Ini Tawarkan Sensasi Lembut Sejak Gigitan Pertama

Selain itu, ia juga menggunakan bahan berkualitas. Yakni menggunakan gula aasli tanpa pemanis buatan, kemudian kelapa parut segar setengah tua. Sedangkan tepungnya, yakni ketan asli bukan tepung ketan yang ada campurannya.

Tak hanya mengandalkan proses yang masih tradisional dan menggunakan bahan berkualitas, Suliman juga mempunyai varian rasa agar semakin bervariatif. Antaranya ada rasa original, coklat, durian, dan nangka.

“Harganya per kantong yang original Rp 15 ribu isi 20, kalau yang 4 varian Rp 25 ribu isi 20,” tutupnya.

Editor: Kholistiono

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,383FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
100,000PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler