31 C
Kudus
Rabu, Februari 28, 2024

IMB Kembali Dibatalkan PTUN, Bangunan The Sato Hotel Kudus Terancam Dibongkar

BETANEWS.ID, KUDUS – The Sato Hotel yang berada di tepi Jalan Pramuka Kudus terancam dibongkar. Hal itu dikarenakan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) hotel tersebut dibatalkan kembali oleh Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang pada 8 Desember 2022.

Kuasa hukum penggugat Beni Djunaedi dan Benny Gunawan Ongkowidjojo, Budi Supriatno menyampaikan, dalam amar putusan PTUN mengabulkan gugatan dari penggugat. Kedua, meyatakan batal keputusan tata usaha negara yang diterbitkan oleh tergugat dalam hal ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus bernomor 644/106/15.04/2022 tentang izin mendirikan gedung pada tanggal 29/3/2022

“Sehingga dengan keputusan tersebut IMB The Sato Hotel dinyatakan batal oleh PTUN,” ujar Budi kepada awak media ketika konferensi pers, Kamis (15/12/2022).

Baca juga: Tiga Rumah Warga Rusak, Pemilik Sebut Akibat Pembangunan The Sato Hotel Kudus

Tak hanya itu, tergugat dalam hal ini DPMPTSP juga diwajibkan mencabut IMB yang telah diterbitkannya, serta menghukum tergugat untuk membayar biaya perkara sebesar kurang lebih Rp4,5 juta.

“Di putusan kedua ini IMB harus dicabut. Karena dalam putusan PTUN mewajibkan tergugat mencabut IMB The Sato Hotel yang sudah diterbitkan,” tegasnya.

Setelah IMB dicabut, pihaknya akan menunggu, apakah ada upaya banding atau tidak dari tergugat. Jika tak ada maka keputusan PTUN itu akan dinyatakan inkrah atau berkekuatan hukum tetap. Setelah itu, gedung The Sato Hotel harus dibongkar oleh pemiliknya. Jika tak bersedia, maka Pemkab Kudus yang harus melakukan pembongkaran.

Dia mengatakan, kliennya sudah menggugat The Sato Hotel dua kali, dan dua-duanya dimenangkan oleh kliennya. Gugatan pertama, karena pembangunannya tak sesuai IMB yang dikeluarkan oleh DPMPTSP Kudus.

Baca juga: Satu Penggugat The Sato Hotel Kudus Sepakat Berdamai

“IMB pertama itu pembangunan gedung hanya seluas 266,86 meter persegi. Namun dalam pelaksanaannya, pembangunan The Sato Hotel menghabiskan lahan seluruhnya yang seluas 390 meter persegi. Sehingga, itu melanggar dari pada IMB yang diterbitkan oleh Pemkab Kudus dalam hal ini DPMPTSP,” ujarnya.

Sebenarnya, kata dia, Pemkab bisa menjalankan fungsinya yakni pengawasan. Namun karena tidak dilakukan, sehingga pembangunan The Sato Hotel yang jelas melanggar aturan bisa lolos, tidak hanya lima lantai, tapi menjadi tujuh lantai.

Karena banyaknya prosedur yang dilanggar itulah, ungkapnya, pembangunan The Sato Hotel pun mengakibatkan kerusakan rumah warga sekitar, termasuk rumah kliennya.

“Padahal dalam Undang-Undang, bangunan gedung harus ada garis sepadan. Jika tidak salah, jarak antara gedung dengan bangunan tetangga minimal tiga sampai lima meter,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER