31 C
Kudus
Sabtu, Februari 4, 2023
BerandaKISAHCerita Kusmi, Perajin...

Cerita Kusmi, Perajin Batik Mlatiharjan yang Berdayakan Disabilitas di Desanya

BETANEWS.ID, DEMAK – Beberapa pengrajin batik tampak sibuk dengan pekerjaan mereka di sebuah rumah yang menjadi pusat kerajinan Batik Mlatiharjan, di Desa Mlatiharjo, Kecamatan Gajah, Demak. Di antaranya mereka ada yang bertugas menyanting, mengecap, dan memberi pola.

Pemilik Usaha Batik Mlatiharjan Kusmi Darminik (45) di tengah aktivitasnya membagikan cerita awal mula dirinya merintis usaha batik. Ia mengatakan, usahanya itu telah berdiri sejak 2013, bersama dengan suaminya Arif Purwanto, ketika itu mengikuti pelatihan membatik yang difasilitasi oleh pemerintah desa.

Proses pewarnaan batik. Foto: Sekarwati.

Baca juga: Angkat Potensi Pertanian Desa Lewat Motif Batik Mlatiharjan yang Penjualannya Hingga Luar Jawa

“Jadi dulu itu ada pelatihan membatik di balai desa, yang mengikuti banyak tapi yang meneruskan hanya beberapa. Termasuk lima orang pembatik yang bergabung dengan saya. Dari pelatihan itu, kita kembangkan lagi,” katanya.

Lima dari anggota Kusmi yang ikut merintis usahanya, ada pula yang penyandang difabilitas tunawicara. Selang beberapa waktu, jumlah anggotanya bertambah menjadi 10 orang. Kusmi juga mengajak warga tunawicara lainnya yang ada di desanya untuk bergabung membuat batik, agar mereka memiliki pekerjaan yang layak.

“Biar mereka itu punya kesibukan dan penghasilan, kalau mereka mempunyai pekerjaan bisa membantu kehidupannya,” imbuhnya.

Terdapat tiga tunawicara yang sekarang ini aktif membatik bersamanya. Meskipun awalnya sulit dan membutuhkan kesabaran yang ekstra, Kusmi ingin membuktikan, bahwa disabilitas juga berhak memiliki kesempatan yang sama dengan orang lainnya.

“Di sini ada tiga pekerja tunawicara, dua perempuan dan satu laki-laki. Mereka justru telaten sekali kalau bekerja,” terangnya.

Terdapat batik tulis dan cap yang ada di Batik Mlatiharjan. Selain itu, juga ada beberapa kerajinan yang telah dikembangkan seperti kemeja, sajadah, topi, dan lain-lain. Untuk harga kain batik pewarnaan satu kali dijual Rp130 ribu dan pewarnaan dua kali Rp140 ribu. Kini pelanggan Kusmi tidak hanya dari Jawa saja, melainkan hingga ke Lampung.

“Kita juga membuka pelatihan edukasi bekerja sama dengan Pokdarwis untuk anak-anak sekolah dan umum. Tidak ada minimal harus berapa orang, mulai Rp20 ribu sudah bisa ikut nyanting dan diberi snakc,” jelasnya.

Baca juga: Alfa Shoofa, Angkat Batik Motif Kudusan yang Penjualannya Sudah ke Berbagai Kota Besar di Indonesia

Meskipun batik Demak belum terlalu dikenal banyak orang, ia berharap Batik Mlatiharjan dapat bersaing dengan kota-kota batik seperti Yogyakarta, Pekalongan dan Solo.

“Orang tahunya batik di Yogyakarta, Pekalongan, Solo, tetapi bagi saya batik itu harus ada di setiap daerah, karena memiliki motif yang khas masing-masing. Apalagi kita pembatik asli dengan cara yang masih tradisional, jadi kita memerlukan sosialisasi dari pemerintah untuk membantu dalam promosinya,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

Sekarwati
Sekarwati
Sekarwati adalah reporter Beta News yang bergabung pada 2022. Pernah menempuh pendidikan di UIN Walisongo Semarang Jurusan Komunikasi.

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,383FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
100,000PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler